The prospect of Rhizoplus application on soybean
2000
Suryantini (Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang (Indonesia))
English. Phosphorus (P) and nitrogen (N) are the main minerals that constraining soybean production. Availability of P in soil is usually low and limited by soil pH. The response of soybean plants to N fertilizer sometimes is inconsistent due to the ability of the plant to fix N2 from air. The use of Rhizoplus (a biofertilizer consists of N-fixes and P solubilizer microorganisms other than chemical fertilizers is an alternative way to meet the plant demand of these minerals. Research showed that application of Rhizoplus in soybean increased the availability of P within the soil, plant uptake of P and N, as well as seed yield. Application of Rhizoplus + P fertilizer (100 kg SP-36/ha) in alkaline soil (pH=7.9, low P content, 1.29 ppm) showed 400 percent (6.8 g/plant) seed yield increase/plant from those without P fertilizer (1.7 g/plant) to 2.3 g/plant. A field experiment done in acid soil at Kab. Lebak-West Java showed that application of Rhizoplus increased seed yield by 85 percent (0.43 t) from those treated with no fertilizer (0.40 t). In lowland paddy field with neutral pH and low P content (7-8 ppm) with cropping system of either paddy-paddy soybean or paddy-soybean-soybean, the application of Rhizoplus increased seed yield of soybean. On the other hand, in neutral soil with high P content (more than 20 ppm), medium to high N content, soybean gave no response to the application of Rhizoplus, P or N fertilizers. These experiment results indicated that Rhizoplus has a good prospect in soybean production provided that it is applied in alkaline or acid soils with low P or N content. In fertile soil with high P availability, however, the plant easily uptakes P from the soil and therefore Rhizoplus is not necessarily neede
Show more [+] Less [-]Indonesian. Fosfor (P) dan nitrogen (N) merupakan unsur hara pembatas utama produktivitas tanaman kedelai. Permasalahan dengan hara P adalah ketersediaannya yang rendah terutama pada tanah masam atau alkalis. Sedangkan tanggap terhadap pemupukan N sering tidak konsisten karena berkaitan dengan kemampuan tanaman menambat nitrogen dari udara. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan tanaman kedelai akan hara tersebut selain melalui pemberian pupuk kimia adalah dengan penggunaan Rhizoplus (pupuk hayati yang mengandung mikroba penambat N dan pelarut P). Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Rhizoplus mampu meningkatkan ketersediaan P dalam tanah, serapan N dan P tanaman, serta hasil biji kedelai. Pada percobaan pot, penggunaan Rhizoplus + pupuk P (100 kg SP-36/ha) pada tanaman yang mempunyai pH alkalis (7,9) dan P rendah (1,29 ppm) dapat meningkatkan hasil biji/tanaman sebesar 400 persen (6,8 g/tanaman) dari hasil biji pada perlakuan tanpa pupuk P (1,7 g/tanaman) atau meningkat sebesar 37 persen (2,3 g/tanaman) dari tanaman yang hanya dipupuk P. Pada percobaan lapang di tanah masam di Kab. Lebak Jawa Barat, inokulasi Rhizoplus meningkatkan hasil biji kedelai sebesar 85 persen (0,34 t/ha) dari hasil biji pada tanaman yang sama sekali tidak dipupuk (0,40 t/ha). Demikian pula pada tanah yang mempunyai pH sekitar netral namun kandungan P tersedia rendah (7-8 ppm) penggunaan Rhizoplus di lahan sawah pada pola tanam padi-padi -kedelai maupun padi- kedelai-kedelai dapat meningkatkan hasil biji kedelai. Sebaliknya pada tanah ber pH netral dengan kadar P tinggi (lebih besar dari 20 ppm), N sedang-tinggi, tanaman kedelai tidak tanggap terhadap penggunaan Rhizoplus maupun pupuk N dan P. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pupuk hayati Rhizoplus bermanfaat bila digunakan pada tanah yang miskin unsur hara N dan ketersediaan unsur P rendah, misalnya pada tanah bereaksi masam atau alkalis. Sebaliknya pada tanah yang ketersediaan unsur P-nya tinggi, tanaman tidak memerlukan bantuan "penambang P" dalam aktivitas penyerapan P. Hal tersebut menunjukkan bahwa Rhizoplus mempunyai prospek cukup baik. Namun kualitasnya masih perlu ditingkatkan karena penggunaan di lapang memerlukan takaran tinggi (10-20 kali takaran anjuran) untuk mendapatkan peningkatan hasil
Show more [+] Less [-]AGROVOC Keywords
Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination