Identification of traditional time of pranata mangsa following meteorological conversion and its utilization
1995
Wisnubroto, S., Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (Indonesia). Fakultas Pertanian
English. The objective of this research are : (1) to seek for additional data on the existence of traditional time reckoning of Pranata Mangsa; (2) to show to what extent the Pranata Mangsa has any meteorological meaning and (3) to find out whether the meteorological condition which are equable to the Pranata Mangsa could be used as guidance for carrying out an activity. The research was carried out in the Boyolali district, Central Java. The result indicated that the traditional reckoning of Pranata Mangsa still exist and use as a guidance by the people, but seemingly it is improper used. Parents play an important role in preserving the Pranata Mangsa. However the young and those who are well educated tend to forsake the tradition. The Pranata Mangsa follows to an extent meteorological element distribution. The meteorological element which bear resemblance with Pranata Mangsa could be used as a guide for conducting several activities, especially in crop cultivation. The duration of Pranata Mangsa is of sufficient accuracy before being overlaid on Gregorian calendar. Especially noteworthy is the fact that after being overlaid, using certain criteria, Pranata Mangsa could serve as a better guidance compared to the present practice
Show more [+] Less [-]Indonesian. Tujuan penelitian ini adalah : (1) mencari tambahan bukti dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan penggunaan waktu tradisional Pranata Mangsa (PM); (2) mengungkap seberapa jauh PM dapat diberi kesamaan meteorologi dan (3) mencari jawaban betulkah keadaan meteorologi yang merupakan kesamaan PM dapat digunakan untuk memandu berbagai kegiatan. Kajian ini dilaksanakan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PM terbukti berada di tengah-tengah masyarakat, masih dimanfaatkan, tetapi cara pemanfaatannya kurang benar. Peranan orang tua cukup besar dalam melestarikan PM, tetapi kelompok masyarakat yang berpendidikan lebih tinggi dan berumur relatif lebih muda cenderung kurang peduli terhadap PM Sampai batas tertentu PM sesuai dengan keadaan meterologi. Unsur-unsur meteorologi yang merupakan kesamaan PM dapat dimanfaatkan sebagai pedoman berbagai kegiatan yang terutama dalam bidang bercocok tanam. PM baik sebelum maupun sesudah disejajarkan dengan kalender Gregorian pembagian umurnya cukup teliti. Khususnya untuk PM yang telah disejajarkan dengan kalender Gregorian kriterium tertentu dapat merupakan penyempurnaan cara pemanfaatan PM yang sekarang digunakan oleh masyarakat
Show more [+] Less [-]AGROVOC Keywords
Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination