Effects of cattle hypophysa extract injection on the growth of ovarium and follicle in female weaning pigs
1992
Sariubang, M. | Paat, P.C. (Sub Balai Penelitian Ternak Gowa, Ujung Pandang (Indonesia))
English. A study on the use of cattle hypophysa extract (CHE) as a source of hormones to support growth of ovarium and follicles in female weaning pigs, was conducted at a farm in Daya, Ujung Pandang for 2 months. The objective of this research was to study the effect of CHE injection on ovarium weight and total number of medium size (2-5 mm diameter) and large size ( 5 mm diameter) follicles grow in reproductive tracts of local female weaning pigs. Fifteen female weaning pigs aged plus minus 3.5 month, were randomly allotted into 3 treatment groups. Each group received injection of CHE at 1 ml, 2 ml, and 3 ml. The weight of ovarium and total number of medium size follicles were not different (P 0.01) with the others. Total number of large size follicles tended to increase with increasing dosages of CHE injection. Results of CHE injection at 1 ml and 2 ml were different (P 0.05) and also between 2 ml and 3 ml (P 0.01). It is concluded that local female pigs produced some medium and large size follicles before the common first breeding age at 6-8 months.
Show more [+] Less [-]Indonesian. Penelitian tentang penggunaan ekstrak hipofisa sapi sebagai sumber hormon untuk memacu pertumbuhan ovarium dan folikel pada babi betina lepas sapih, dilakukan di suatu peternakan di Kelurahan Daya, Ujung Pandang selama 2 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuntikan ekstrak hipofisa sapi terhadap peningkatan berat ovarium dan jumlah folikel sedang (diameter 2-5 mm) dan besar (diameter 5 mm) yang berkembang dan bertumbuh pada alat reproduksi babi betina lokal lepas sapih. Lima belas ekor babi betina dengan umur +- 3,5 bulan, dibagi secara acak kedalam 3 kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok mendapat perlakuan dosis penyuntikan ekstrak hipofisa sapi 1 ml, 2ml, dan 3 ml. Hasil analisa menunjukan bahwa pengaruh dosis penyuntikan 1 ml dan 2 ml tidak nyata (P0,05), tetapi pengaruh dosis 3 ml menunjukan perbedaan yang sangat nyata (P0,01) dengan dosis penyuntikan lainnya terhadap berat ovarium dan jumlah folikel sedang. Untuk folikel besar, jumlahnya cenderung meningkat dengan meningkatnya dosis penyuntikan, yaitu antara dosis penyuntikan 1 ml dan 2 ml terdapat perbedaan nyata (P0,05), demikian juga antara 2 ml dan 3 ml terdapat perbedaan sangat nyata (P0,01). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa babi betina lokal telah menghasilkan folikel-folikel ukuran sedang dan besar sebelum rata-rata umur perkawinan pertama, yaitu sekitar 6-8 bulan.
Show more [+] Less [-]AGROVOC Keywords
Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination