Research on vegetables and foodcrops cropping pattern in upland watershed
1995
Satsijati (Balai Penelitian Tanaman Hias, Jakarta (Indonesia)) | Sukarna, E. | Anwarudin, M.J.
Inglés. This research was aimed to evaluate chilli and tomato intercropped with corn, and comparative study between vegetables and foodcrops in upland watershed farming system. Financial analysis was used to indicate the feasibility of the cropping pattern tested. This research was conducted at Kalangdosari village, Ngaringan district, Grobogan in the rainy season 1992/1993. The landslope of the location is between 5-15 percent. The climate is C type of Schmidt Fergusson classification. This research consisted of two experiments. The first experiment was intercropping of chilli with corn and tomato with corn, and the second was comparative study between vegetables and foodcrops farming system. There result indicated that intercropping of chilli+corn as well as tomato+corn with population of 75 percent : 25 percent were good alternative in foodcrops farming system diversification. Among the five patterns of vegetables and foodcrops showed that intercropping of chilli and corn with the population 75 percent : 25 percent was the best, and gave the highest R/C ratio of 1.41, whereas the others were less than 1.00
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Tujuan penelitian ialah mengevaluasi pola tumpangsari cabai+jagung dan tomat+jagung serta studi perbandingan antara pola sayuran dan pangan dalam sistem usahatani di lahan kering di desa Kalangdosari, kecamatan Ngaringan, Grobogan pada MH 1992/1993. Penelitian ini terdiri dari dua yaitu penelitian tumpangsari cabai+jagung dan tomat+jagung menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat ulangan dan lima perlakuan, dan studi perbandingan antara pola usahatani sayuran dan pangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan empat ulangan dan lima perlakuan. Hasil penelitian manunjukkan baik tumpangsari cabai+jagung dan tomat+jagung dengan perbandingan populasi 75 persen : 25 persen merupakan alternatif yang baik dalam diversifikasi usahatani tanaman pangan. Sedangkan hasil studi perbandingan antara pola sayuran dan pangan, ternyata pola tumpangsari cabai+jagung dengan perbandingan populasi 75 persen : 25 persen yang ditanam selang 3 baris memberikan nisbah R/C tertinggi yaitu 1,41 yang berarti pola tersebut layak untuk diaplikasikan
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination