The effect of gamma irradiation on the pod and seed number variability of peanut (Arachis hypogaea L.)
1993
Dewi, K. (Badan Tenaga Atom Nasional, Jakarta (Indonesia). Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi) | Dwimahyani, I. | Ismachin, M.
Inglés. Peanut seeds of Kelinci variety were irradiated with dosages 10; 20; 30; 40; 50; 60; 70; 80; 90 Krad and planted to select the right dose for this experiment. Root and epicotyl length were measured at 14 days after sowing. It was found that radiation dose above 10 Krad affected root and epicotyl length. Based on that result, for field experiment seeds were irradiated at dose of 20, 25 and 30 Krad. M2 generation were planted in 14 x 2 m plot size with 40 x 15 cm plant spacing. The numbers of pods and seeds and 100 seeds weight were measured. Radiation dose until 30 Krad did not significantly influence the pods and seeds number variability of their plants (mutants), however the number of pods and seeds after irradiation at 20 and 25 Krad may be increased
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Telah dilakukan penelitian pengaruh irradiasi gamma untuk mempelajari keragaman jumlah polong dan biji tanaman kacang tanah. Penelitian ini diawali dengan melakukan orientasi dosis. Untuk itu benih kacang tanah varietas Kelinci diradiasi dengan dosis : 10; 20; 30; 40; 50; 60; 70; 80; dan 90 Krad, kemudian ditanam di rumah kaca. Pada waktu tanaman berumur 14 hari, diamati panjang akar dan epikotil. Dari pengamatan terlihat bahwa radiasi diatas dosis 10 Krad berpengaruh terhadap panjang akar dan epikotil. Oleh karena itu, di lapangan benih diradiasi dengan dosis 20, 25, dan 30 Krad. M2 ditanam pada petak berukuran 14 x 2 m dengan jarak tanam 40 x 15 cm. Pengamatan meliputi jumlah polong jumlah biji serta berat 100 biji khusus dilakukan pada tanaman yang berumur lebih genjah daripada varietas asalnya. Ternyata radiasi sampai dengan dosis 30 Krad belum berpengaruh terhadap keragaman jumlah polong, jumlah biji serta berat 100 biji pada tanaman/mutan genjah, tetapi pada iradiasi dosis 20 dan 25 Krad ada pergeseran pola pembentukan polong kearah yang lebih banyak
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination