[Cooperation of Asia-Pacific coconut producers]
1998
Punchihewa, P.G. (Asian and Pacific Coconut Community)
Indonesio. Kelapa masih mempunyai peranan yang sangat penting di beberapa negara penghasil utama kelapa (Filipina, Indonesia, Samoa, Sri Lanka), kedudukannya beberapa waktu yang lalu menurun sebagai akibat dari meningkatnya konsumsi dalam negeri, rendahnya produksi dan produktivitas, fluktuasi harga yang tinggi dan adanya kompentisi dengan minyak nabati lainnya baik yang dapat dikonsumsi (edible) maupun yang tidak dapat dikonsumsi (non edible). Perubahan yang paling dramatis adalah meningkatnya peran minyak kedelai dan minyak kelapa sawit, yang kurang dikenal pada tahun 1936 menjadi minyak yang dominan pada tahun delapan puluhan sampai sekarang. Keadaan demikian mendorong kesadaran negara-negara penghasil kelapa untuk menjalin kerjasama, dengan membentuk organisasi Asian and Pacific Coconut Community (APCC). Tujuannya meningkatkan industri kelapa yang meliputi bidang penelitian, produksi, pengolahan dan pemasaran. APCC ini beranggotakan 14 negara terdiri dari produsen utama dan menengah kelapa dunia. Kerjasama ini tidak terbatas pada lembaga-lembaga pemerintah saja, juga melibatkan unsur-unsur swasta. Dari kegiatan ini industri kelapa swasta semakin dapat memperoleh manfaat dari APCC ini, terutama melalui pertemuan-pertemuan COCOTECH. COCOTECH adalah suatu forum terbuka dimana wakil-wakil dari berbagai segmen industri kelapa ikut berpartisipasi. Dari evaluasi terakhir ternyata partisipasi sektor swasta dari Indonesia dalam kegiatan APCC masih kurang
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination