Survival of the soil-borne disease in different environment
1999
Sumartini (Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang (Indonesia))
Inglés. Foliar blight and damping off-season disease are the major disease of legumes. The disease are caused soil-inhibiting fungi such as Rhizoctonia solani and Sclerotium rolfsii. The objective of the research is to know the growth of these fungus in different pH, soil texture and weeds. Research was conducted in the Mycology Laboratory and Screen House of Research Institute for Legume and Tubercrops, Malang in the rainy season, 1995/1996. Test I: it used Potato Dextrose Agar (PDA) medium with several pH level such as 5.5; 6.5; 7.0; 7.5; and 8.0. Test II: five kinds of soil (Regosol, Andosol, Mediteran, Alluvial and Grumosol), two kinds of water feeding (soil capacity and minimal moisture) were arranged in factorial design. Test III: ten of weeds were inoculated with R. solani means to check whether it is a host of R. solani. Parameter measured: colony diameter of R. solani and S. rolfsii, the number and weight of sclerotium, the return propagule, and disease intensity. Research result showed that S. rolfsii are more virulent on peanut than R. solani. Range pH optimum for R. solani growth were 5.5-7.0 and 5.5-8.0 for S. rolfsii. R. solani could not grow well in pH = 8.0. High pH was inducing the R. solani sclerotium, but it did not happen in S. rolfsii, it might be induced by other factors. Water feeding had no effect on the development of two fungus in the soil, and they could grow if there is water. The growth of propagule in the soil was affected by propagule distribution and soil texture. Weeds such as Eleusine indica, Digitaria sp., Cyperus kyllingia, Physalis angulata, Euphorbia hirta were a potential alternative host of R. solani which caused stem and root rot
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Penyakit busuk daun dan layu merupakan penyakit penting pada kacang-kacangan. Penyakit tersebut disebabkan antara lain oleh jamur Rhizoctonia solani dan Sclerotium rolfsii. Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya tahan jamur R. solani dan S. rolfsii pada medium dengan derajat keasaman yang berbeda, tekstur tanah dan pada gulma. Penelitian dilakukan di laboratorium dan rumah kaca Mikologi, Balitkabi Malang pada musim hujan 1995. Penelitian I: media tempat tumbuh jamur yang digunakan untuk pengujian adalah medium PDA dengan pH 5,5; 6,0; 6,5; 7,0; 7,5 dan 8,0, menggunakan rancangan acak lengkap, dengan 10 ulangan. Penelitian II: tanah yang digunakan untuk pengujian diambil dari beberapa tempat dengan tekstur yang berbeda. Penelitian menggunakan rancangan faktorial dengan jenis tanah sebagai faktor A (Regosol, Andosol, Mediteran, Aluvial dan Grumosol) dan kandungan air sebagai faktor B (pada kapasitas lapang dan kelembaban minimal). Penelitian III: pengujian 10 macam gulma. Parameter yang diuji adalah diameter koloni, berat dan jumlah sklerotium, jumlah propagul yang didapatkan kembali, intensitas serangan. Kisaran pH optimum bagi perkembangan R. solani di dalam medium PDA adalah 5,5-7,5, sedangkan bagi S. rolfsii pH 5,5-8,0. Jamur R. solani tidak dapat berkembang baik pada pH 8,0. Pembentukan sklerotium R. solani lebih diinduksi oleh pH tinggi. Perkembangan jamur tular tanah tidak dipengaruhi oleh kadar air di dalam tanah (banyak atau sedikit) dan jamur tular tanah masih akan berkembang asal ada air. Perkembangan propagul di dalam tanah dipengaruhi oleh tekstur tanah, pada tanah berpasir (Regosol) dan lempung berpasir (Andosol, Mediteran, Aluvial) propagul R. solani yang didapatkan kembali lebih tinggi dibandingkan dengan tanah berlempung (Grumosol), sedangkan bagi S. rolfsii perkembangan propagul maupun penyakit busuk akar dan batang pada tanah berpasir lebih baik daripada tekstur tanah yang lain. Gulma Eleusine indica, Digitaria sp., Cyperus kyllingia, Physalis angulata, Euphorbia hirta merupakan gulma potensial sebagai inang alternatif bagi R. solani penyebab penyakit busuk pangkal batang pada kacang tanah
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination