Effectiveness of organic and inorganic fertilizers for three sweet potato local cultivars in marginal areas
1999
Isgiyanto | Widodo, Y. (Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang (Indonesia))
Inglés. Field experiment to know the effectiveness of organic and inorganic fertilizers for three local cultivars of sweetpotato were carried out at Blitar, Kediri, Muneng and Genteng during dry season 1996. Split plot design with three replications were used in these trials. The main plot were three sweetpotato local cultivars, namely Genjah Rante, Senduro and Genjah Sawo. The subplots were seven levels of fertilizers applications, namely: (1) 200 kg Urea + 100 kg SP36 + 100 kg KCl/ha. (2) 200 kg Urea + 100 kg SP36 + 5 t paitan (Euphatorium inulifolium), (3) 100 kg Urea + 100 kg SP36 + 5 t bagas (non extracted sugarcane), (4) 200 kg Urea + 100 kg SP36, (5) 100 kg Urea + 10 t paitan, (6) 100 kg Urea + 10 t bagas, (7) 200 kg Urea, (8) Without fertilizers application. The result indicated that to grow sweetpotato in low fertility for attaining a good yield was only by applying adequate fertilizer. There are several alternatives for fertilizer rates required, for example in Muneng (Mediteran orthic soil) there are five alternative fertilizer applications to produce sweetpotato yield above 7,50 t/ha, without fertilizer application only yielded 5.90 t/ha. In regosol soil of Genteng, yield at level 15,38 t/ha can be obtained without fertilizer. To produce sweetpotato above 21.00 t/ha was available three alternative fertilizer applications, 2, 3 and 5. At volcanic soil of Blitar without fertilizer application gave tuber yield of 12.57 t/ha, meanwhile to produce yield at level 17.500 t/ha there were six alternatives namely 1, 2, 3, 4, 5 and 6. At volcanic soil of Kediri without fertilizer application produced sweetpotato yield 15.27 t/ha and to produce yield at level above 19.5 t/ha there were three alternatives namely 4, 5 and 6. Genjah Rante cultivar gave a consistent superiority at four sites, and followed by Senduro in Muneng and Genjah Sawo for Blitar and Kediri
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Penelitian untuk mengetahui efektivitas pupuk organik dan anorganik pada tiga varietas ubijalar di lahan marginal telah dilaksanakan di Blitas, Kediri, Inlitkabi Muneng dan Inlitkabi Genteng pada musim kemarau 1996. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Petak utama tiga varietas ubijalar yaitu: Genjah Rante, Senduro dan Genjah Sawo. Anak petak kombinasi pupuk organik dan anorganik yaitu: (1) 200 kg Urea + 100 kg SP36 + 100 kg KCl; (2) 200 kg Urea + 100 kg SP36 + 5 t paitan; (3) 100 kg Urea + 100 kg SP36 + 5 t bagas; (4) 200 kg Urea + 100 kg SP36; (5) 100 kg Urea + 10 t paitan; (6) 100 kg Urea + 10 t bagas; (7) 200 kg Urea dan (8) tanpa pupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman ubijalar di tanah yang kesuburannya rendah dapat mencapai hasil baik hanya apabila dilakukan pemupukan. Takaran pupuk yang diperlukan ada beberapa pilihan, misalnya di tanah jenis mediteran orthik Muneng, untuk menghasilkan ubi lebih dari 7,5 t/ha ada lima kombinasi pupuk pilihan yaitu perlakuan 1, 2, 3, 4 dan 5, sedangkan perlakuan tanpa pemupukan hanya menghasilkan 5,90 t/ha. Pada jenis tanah Regosol Genteng, perlakuan tanpa pemupukan menghasilkan ubi seberat 15,38 t/ha dan untuk menghasilkan lebih dari 21 t/ha ada tiga pilihan yaitu perlakuan 2, 3 dan 5. Di tanah Vulkanik muda Blitar perlakuan tanpa pemupukan menghasilkan ubi seberat 12,57 t/ha, sedangkan untuk menghasilkan ubi lebih dari 17,50 t/ha ada enam pilihan kombinasi pemupukan yaitu 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Untuk jenis tanah Vulkanik muda Kediri perlakuan tanpa pemupukan menghasilkan ubi seberat 15,27 t/ha dan untuk menghasilkan lebih dari 19,5 t/ha ada tiga pilihan pemupukan yaitu perlakuan 4, 5 dan 6. Varietas Genjah Rante di empat lokasi menunjukkan superioritas yang konsisten disusun oleh Senduro untuk Muneng dan Genteng dan Genjah Sawo untuk Blitar dan Kediri
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination