Conversion method of grain yield of soybean (Glycine max) and corn (Zea mays) under missing hill evidence
1998
Sutoro | Sunarlim, N. (Balai Penelitian Bioteknologi Tanaman Pangan, Bogor (Indonesia))
Inglés. Missing hills are occurred frequently in every field plot experiment on food crops. The existing of missing hills are caused by low viability of seeds, the crop death attacked by pest at young stage. To study the effect of factors which applied in the field experiment must be well controlled, such that no other factors involve in the experiment. Intensity of missing hills will affect the plant responses such as grain yield. To obtain the information on the effect of missing hill on soybean and corn, the experiments were conducted during dry season 1994 in Bogor. Responses of 4 varieties of soybean and 4 varieties of corn were studied under difference intensity of missing hill in a range of 0-40 percent. Result of the experiments showed that there is no different of grain yield of soybean growing under intensity of missing hill 6-20 percent. Grain yield of soybean could be converted to full number of hills divided by number of competitive hills and then multiplied by grain weight, when intensity of missing hill up to 30 percent in the plot. Intensity of missing hill more than 10 percent will affect to the grain yield of corn. Conversion method of grain yield of corn could be determined to full number of hills divided by number of existing hills and then multiplied by grain weight, when intensity of missing hill is less than 30 percent
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Dalam melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh suatu faktor terhadap peubah respon tanaman maka diperlukan pengendalian percobaan. Munculnya faktor lain (seperti missing hill) yang terlibat dalam percobaan harus dipertimbangkan, karena mempengaruhi peubah respon seperti hasil tanaman. Rumpun hilang (missing hill) yaitu tanaman yang tidak tumbuh dalam petak sering muncul dalam percobaan, terjadi karena viabilitas benih yang kurang baik dan atau adanya serangan hama penyakit pada awal pertumbuhan. Metode analisis data pada petak percobaan yang terdapat rumpun yang hilang perlu dihasilkan agar tidak terjadi kesalahan dalam membuat kesimpulan percobaan. Penelitian telah dilaksanakan di Bogor pada musim kemarau 1994. Perlakuan yang diuji adalah 4 varietas dan intensitas rumpun yang hilang (0-40 persen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas rumpun hilang 6-20 persen pada pertanaman kedelai yang ditanam dengan jarak 40 x 10 cm, belum dapat mempengaruhi hasil biji tiap petak. Intensitas missing hill lebih dari 10 persen dapat mempengaruhi hasil biji jagung yang ditanam dengan jarak 75x20 cm. Metode konvensi hasil pada petak yang terdapat rumpun hilang hingga 30 persen pada tanaman kedelai dapat dilakukan dengan menghitung jumlah rumpun lengkap dibagi jumlah tanaman kompetitif lalu dikalikan berat biji tanaman kompetitif di dalam petak percobaan. Metode konvensi hasil pada tanaman jagung dapat dilakukan dengan cara menghitung jumlah rumpun lengkap tiap petak dibagi degan jumlah rumpun yang ada lalu dikalikan dengan berat biji pertanaman yang ada dalam petak rumpun hilang kurang dari 30 persen
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination