Sensitivity and resistency of Vibrio sp. infecting on polkadot grouper (Chromileptes altivelis Valenciennes) to types kind of antibiotic
1998
Wijayati, A. | Djunaidah, S. | Maftuti N., E. (Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol, Bali (Indonesia))
Inglés. The disease caused by infection of vibriosis in polkadot grouper (Chromileptes altivelis Valenciennes) is a serious problem in most of all stages, either in larva, juvenile and broodstock. Furthermore a curative treatment is needed in order to eliminate it. Through bacteria sensitivity test, the type send effective dosage of antibiotic for certain bacteria will be found. The vibrio sensitivity and resistance test of polkadot grouper diseases has been done in Brackishwater Aquaculture Development Center (BADC) Jepara using chloramphenicol, gentamycin, nalidixix acid, kanamycin, neomycin and nitrofurantion. The tested isolated bacteria were taken from unhealthy fishes which have been known for its distribution, incident opportunity and pathogenicity in previous studies. The results of this study showed that chloramphenicol inhibited broadly all of tested bacteria. In contrary, kanamycin did not showed any capability to inhibit growth of all tested bacteria. The sensitive dosage of chloramphenicol as curative treatment of vibriosis in the polkadot grouper was relatively lower 3.13 mg/L for Vibrio alginoliticus; and 6.25 mg/L for V. parahaemoliticus; while for V. anguilarum, V. marinus, V. algosus, V. fuscus dan V. hyphalus, the sensitive dosage was much higher ( 12.5 mg/L)
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri vibrio (vibriosis) pada ikan kerapu tikus (Chromileptes altivelis Val.) merupakan masalah serius dan menyerang hampir pada semua tingkatan stadia baik larva, gelondongan maupun induk. Oleh karena itu usaha pengobatan perlu dilakukan sebagai salah satu upaya penanggulangan penyakit ini. Pengobatan dikatakan berhasil apabila dipenuhi beberapa prosedur seperti uji sensitivitas bakteri terhadap antibiotik dan uji bioassay hewan kultivan terhadap antibiotik. Dari uji sensitivitas akan didapatkan jenis antibiotik yang dapat melawan bakteri tertentu beserta dosisnya. Pengujian sensitivitas dan resistensi bakteri Vibrio sp. yang menginfeksi kerapu tikus terhadap beberapa jenis antibiotik telah dilakukan di Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Jepara menggunakan antibiotik chloramphenicol, gentamycin, nalidilic acid, kanamycin, neomycin dan nitrofurantion. Sedangkan bakteri yang diuji diisolasi dari ikan-ikan kerapu tikus yang sakit yang telah diketahui distribusi, peluang insidensi dan patogenitasnya pada penelitian terdahulu. Hasil uji menunjukkan bahwa chloramphenicol merupakan antibiotik yang mempunyai daya hambat paling luas terhadap semua jenis bakteri yang diuji dibandingkan dengan keenam jenis antibiotik lainnya. Sedangkan kanamycin ternyata tidak mampu menghambat pertumbuhan semua jenis bakteri yang diuji. Dosis sensitif chloramphenicol yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit vibriosis pada ikan kerapu tikus cukup rendah yaitu 3,13 mg/L untuk Vibrio alginoliticus ; 6,25 mg/L untuk V. parahaemoliticus; 12,5 mg/L. anguilarum, V. marinus, V. algosus, V. fuscus dan V. hyphalus
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination