[Marketing strategy of agricultural products for increasing agricultural competition]
1997
Masyhuri | Sutrilah | Dwidjono HD. (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia. Komisariat Yogyakarta)
Indonesio. Peranan pertanian dalam perekonomian Indonesia sangat penting karena merupakan sumber pendapatan nasional (nomor dua setelah industri), sebagai sumber mata pencaharian penduduk sebagian besar penduduk (49 persen), sebagai penghasil kebutuhan pokok terutama pangan, sebagai penghasil bahan baku industri, sebagai sumber penghasil devisa, dan berdasarkan sumber yang dapat diperbaharui. Di samping itu pertanian mempunyai arti sosial politik yang sangat penting pula. Oleh sebab itu keberhasilan pembangunan pertanian merupakan suatu keharusan, terutama dalam menghadapi terjadinya globalisasi yang sangat pesat, dengan sistem perekonomian yang semakin terbuka. Keadaan ini menimbulkan peluang dan tantangan bagi sektor pertanian, sehingga upaya-upaya untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian pertanian menjadi sangat vital dalam rangka persaingan yang semakin tajam dengan dunia international. Salah satu aspek yang dapat diupayakan adalah menyusun strategi pemasaran yang tepat. Kondisi pertanian, terutama yang berkaitan dengan perdagangan di Indonesia terbagi dalam perusahaan pertanian besar yang total volume usahanya relatif kecil dan pertanian rakyat yang relatif lebih dominan. Usahatani pertanian rakyat ditandai dengan usaha berskala kecil, varietas dan kualitas produk pertanian sangat beragam, letak usaha yang tersebar sehingga untuk pengumpulan produk diperlukan jaringan pemasaran yang panjang. Selain itu, kualitas sumberdaya manusia rendah, baik pada pelaku produksi maupun pemasaran, serta permodalan petani dan pedagang rendah menyebabkan daya adu-tawar rendah. Hal tersebut ditunjang pula dengan informasi pasar yang belum baik sehingga pelaku pemasaran dan petani kurang dapat mempunyai informasi yang lengkap. Kelompok usaha dan koperasi yang diharapkan dapat membantu meningkatkan daya adu tawar petani belum berfungsi secara optimal. Kemitraan antara petani dan perusahaan besar yang diharapkan dapat memasarkan produk petani lebih kompetitif belum efektif. Selain itu infra struktur di daerah pedesaan belum merata dan fasilitas pemasaran yang belum baik merupakan hambatan yang masih harus dihadapi petani selain hambatan perdagangan internasional dari negara maju yang masih besar. Di lain pihak globalisasi yang ditandai dengan persetujuan GATT semakin dekat sehingga akan semakin besar jumlah produk impor yang akan masuk ke Indonesia. Strategi pemasaran untuk memenangkan persaingan adalah efisiensi dan efektivitas pemasaran serta upaya-upaya meningkatkan daya saing. Untuk itu perlu diupayakan perwilayahan komoditas dan pengembangan sentra produksi, pelatihan petani dan pelaku pemasaran, pemberian fasilitas kredit pemasaran, penyediaan pusat informasi pasar, fungsionalisasi kelompok usaha/koperasi, kemitraan yang sinergis antara petani dengan perusahaan besar, pengembangan infrastruktur di pedesaan, pengembangan fasilitas pemasaran, peningkatan promosi produk pertanian di luar negeri, pengembangan agroindustri, usaha penetrasi pasar baru terutama bagi produk ekspor, pengembangan teknologi (bibit, budidaya/pembuahan, packing, dll), pemilihan komoditas yang mempunyai daya saing tinggi, standarisasi dan akreditasi yang segera diberlakukan
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination