[Growth performance and seed management in oil palm seedlings]
1997
Syamsuddin, E.
Indonesio. Benih kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang diproduksi Pusat Penelitian Kelapa Sawit sering merupakan benih multi embrio dengan jumlah berkisar 2-5 persen dari jumlah penyaluran benih. Bibit sapihan dari satu benih multi embrio ini biasanya tidak dipergunakan semuanya namun dipilih salah satu yang terbaik. Secara genetis bibit sapihan asal benih multi embrio dapat dipergunakan, asal keragaannya dinilai laik tanam. Dengan dimanfaatkannya bibit asal benih multi embrio, maka biaya penyediaan benih dapat dikurangi sehingga efisiensi dapat ditingkatkan. Bibit sapihan asal benih multi embrio keragaannya lebih kecil dari bibit asal benih mata tunggal. Untuk memperoleh bibit yang laik tanam, maka harus dilaksanakan sistem penyapihan, teknik penyapihan, waktu penyapihan, dan pemeliharaan dengan baik. Sistem pemisahan yang terbaik adalah bibit utama beserta intinya tinggal di polibeg dan bibit sapihannya dipindahkan ke polibeg lain. Untuk memperbaiki keragaan pertumbuhan bibit sapihan asal benih multi embrio perlu diberikan ekstra pupuk urea melalui daun dengan konsentrasi 0,1-0,2 persen atau pupuk majemuk 15-15-6-4 dengan konsentrasi 0,15-0,30 persen
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination