[Effects of embryo age on live longevity and oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) plantlet performance]
1998
Fatmawati | Ginting, G.
Indonesio. Umur embrio kultur jaringan kelapa sawit di dalam laboratorium berpengaruh sangat nyata terhadap kualitas planlet yang dihasilkan. Semakin tua umur kultur embrio, semakin menurun kualitas planlet yang dihasilkan dari embrio tersebut sehingga berpengaruh terhadap kemampuan hidup dan keragaan planlet di pembibitan awal. Penelitian ini menggunakan planlet yang berasal dari embrio umur: 1, 2, 3, 4 dan 5 tahun di dalam laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan hidup planlet di pembibitan awal masing-masing 100 persen, 100 persen, 75 persen, 70 persen, dan 30 persen pada planlet yang berasal dari embrio umur 1, 2, 3, 4 dan 5 tahun. Keragaan planlet yang meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun dan luas daun terdapat perbedaan yang sangat nyata antara planlet sesuai dengan umur embrionya. Keberhasilan hidup planlet yang tertinggi maupun keragaan terbaik adalah planlet yang berasal dari embrio umur 1, 2 dan 3 tahun. Sedangkan planlet yang berasal dari embrio umur 4 dan 5 tahun keberhasilan hidupnya rendah dan sebagian planlet tumbuh kerdil di pembibitan awal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyimpanan embrio di dalam laboratorium dapat dilakukan maksimum selama 3 tahun
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination