The role of environmental factors to anthracnose disease of shallot
1999
Hadisutrisno, B. (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (Indonesia). Fakultas Pertanian)
Inglés. Anthracnose caused by Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) Sacc. is one of the most important disease on shallot. Study on its ecological is still limited. The results of the study revealed that antracnose could be found at various ages of the plant. The climatic factor that had strong effect on the disease intensity was period of rain. The highest disease intensity (more than 54.89 percent) was obtained at plantation when it rained between 08.00-10.00 p.m., while the lowest when it rained between 04.00-06.00 a.m.
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Penyakit antraknos pada bawang merah yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) Sacc. merupakan penyakit penting pada bawang merah. Kajian tentang penyakit antraknos bawang merah masih sangat terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit antraknos pada bawang merah dijumpai pada berbagai umur tanaman. Infeksi patogen dapat terjadi setiap waktu inokulasi. Saat dan periode hujan berpengaruh terhadap intensitas penyakit, intensitas penyakit paling tinggi (lebih dari 54,89 persen) terjadi pada tanaman yang dihujani pada pukul 20.00-22.00 sedangkan yang paling rendah pada pukul 04.00-06.00
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination