[Biological synchronization of passion on Etawah crossbreds]
1998
Adiati, U. | Sianturi, RSG. | Chaniago, T.D. | Sutama, I-K. (Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor (Indonesia))
Indonesio. Penelitian dilakukan terhadap 40 ekor kambing Peranakan Etawah (PE) betina dewasa yang dibagi menjadi empat kelompok secara acak. Tiga ternak diisolasi dari pejantan selama 7 minggu, kemudian ternak jantan dimasukkan secara tiba-tiba di setiap kelompok yang sebelumnya telah diberi progesteron secara intravaginal selama tiga hari (Kelompok T1), diberi "progestagen" selama tiga hari dan pada saat spon dicabut diberi 15 IU PMSG/kg berat badan (Kelompok T2), dan tidak mendapat "progestagen" dan PMSG (Kelompok T3). Sebagai kontrol adalah ternak yang terus menerus dengan pejantan dan tidak mendapat "progestagen" (Kelompok T4). Ternak dikawinkan secara alami dan sekitar 5 hari setelah timbul birahi semua ternak dilaparoskopi untuk menentukan tingkat ovulasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa "onset" birahi yang terjadi bervariasi antara 26-36 jam setelah pencabutan spon dan introduksi pejantan. Ternak yang mendapat penyuntikan PMSG (T2) menunjukkan birahi 10 jam lebih awal akan tetapi tidak ada perbedaan yang nyata di antara kelompok perlakuan. Demikian pula tingkat ovulasi tertinggi didapat pada perlakuan T2 (2,44+- 2,2) dengan tingkat kebuntingan terendah T3 (30 persen). Rataan jumlah anak sekelahiran antar kelompok sama yaitu 1,7. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa isolasi pejantan dan pemberian "progestagen" dapat menyerentakkan birahi pada kambing Peranakan Etawah
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination