[Using rice straw treated with ammoniation urea as basal feeds for ruminants]
1998
Utomo, R. | Soejono, M. | Sutarno, T. (Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (Indonesia). Fakultas Peternakan)
Indonesio. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jerami padi amoniasi urea (JPAU) pada sapi potong dan pengaruh substitusi rumput dengan JPAU terhadap kenaikan berat badan domba dan produksi susu sapi perah. Jerami padi di-amoniasi menggunakan urea sebanyak 6 persen dari berat bahan kering jerami, dan diperam selama 14-28 hari. Penelitian I, 12 ekor sapi jantan peranakan Ongole (PO) dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan ransum (BR-1, BR-2, dan BR-3), sehingga merupakan rancangan acak lengkap pola searah. Jerami padi (JP) dan JPAU diberikan secara ad libitum, sedangkan konsentrat diberikan secara terbatas. BR-1 diberi JP + (2 kg dedak halus (DH) + 0,9 kg tepung daun lamtoro), BR-2: JP + (2,9 kg DH + 0,033 kg urea), BR-3: JPAU + 2,8 kg DH. Penelitian II, 12 domba jantan peranakan ekor gemuk dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan ransum (SR-1, SR-2, dan SR-3), sehingga merupakan rancangan acak lengkap pola searah. Ransum disusun mengandung Total Digestible Nutrients (TDN) 65 persen, dan protein kasar (PK) 16 persen. Ransum basal diberikan secara ad libitum sedangkan konsentrat secara terbatas sebanyak 400 g. SR-1 diberi rumput gajah (Pennisetum purpureum) + (konsentrat + 1,5 g kedelai mentah (KM)), SR-2: (JPAU + 1,5 g KM sebagai sumber urease) + konsentrat, SR-3: JPAU + (konsentrat + 1,5 g KM). Penelitian III, enam ekor sapi perah peranakan Friesian Holstein (PFH) produksi sekitar 10 l/ekor/hari dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan ransum (DR-1, DR-2, dan DR-3). Pakan basal diberikan secara ad libitum, sedangkan konsentrat diberikan 1 kg setiap 1,5 l produksi susu. Penelitian dibagi menjadi tiga periode (P-1, P-2, dan P-3). Pada DR-1, DR-1 diberi rumput gajah + konsentrat, DR-2: JPAU + konsentrat, DR-3: JPAU + (Konsentrat + Vitamin A). Pada P-2 dan P-3 pemberian ransum diubah, sehingga merupakan rancangan cross over. Hasil penelitian I, menunjukkan terdapat beda nyata (P kurang dari 0,05) antar BR-3 versus BR-1 dan BR-2 pada: kenaikan berat badan harian (KBH) (0,71 vs 0,55 dan 0,40 kg/ekor/hari), konversi ransum (7,30 vs 11,50 dan 13,73). Hasil penelitian II, menunjukkan terdapat beda tidak nyata antara SR-1, SR-2, dan SR-3, pada KBH (0,14 vs 0,11 vs 0,12 kg/ekor/hari), konversi ransum (7,25 vs 7,35 vs 7,44). Hasil penelitian III, menunjukkan terdapat beda tidak nyata antara DR-1, DR-2 dan DR-3 pada produksi susu (9,49 vs 9,72 vs 9,67 l/ekor/hari), pada kualitas susu meliputi: BJ (1,0275 vs 1,0277 vs 1,0278), kadar lemak (3,55 persen vs 3,48 persen vs 3,40 persen), pada Solid non fat (SNF) (8,00 persen vs 7,97 persen vs 8,10 persen). Disimpulkan bahwa: (1) penggunaan JPAU dapat menghasilkan kenaikan berat badan yang lebih tinggi dibandingkan non amoniasi, (2) JPAU dapat digunakan sebagai pengganti rumput pada ransum penggemukan domba, (3) JPAU dapat digunakan sebagai pengganti rumput pada ransum sapi perah dengan produksi sekitar 10 l/ekor/hari
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination