Preliminary study on conduction drying for corn
1999
Rusendi, D. | Sudaryanto | Herwanto (Universitas Padjadjaran, Bandung (Indonesia))
Inglés. The main objective of this preliminary study was to find out and compare salt and zeolite medium in conduction drying to remove the moisture content of corn. Batch drying of corn was performed by mixing the grain and the heated medium in a laboratory scale rotary cylinder dryer. Three combinations of temperature residence time of 100 degree C-120 sec., 150 degree C-60 sec., and 200 degree C-30 sec., and two medium to grain mass ratio (MGMR) of 2:1 and 4:1 were used as treatments. The experiment was replicated twice, so the total combination of treatment were 24. The result showed that the sand medium was more effective to remove moisture from 100 degree C-120 sec. to 150 degree C-60 sec.; while zeolite medium was more effective to remove moisture from 150 degree C-60 sec. to 200 degree C-30 sec. Zeolite with the MGMR of 2:1 at the highest initial temperature shortest residence time provides the highest result in moisture removal; this result suggested that there is an optimum ratio of medium and grain that will give the highest moisture removal
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Pengeringan konduksi merupakan alternatif proses penurunan kadar air komoditi serealia yang diperkirakan lebih efisien dan efektif dibandingkan pengeringan konvensional menggunakan udara sebagai media pengeringan. Hal ini terjadi karena sifat media udara yang mudah jenuh, efisiensi thermal yang rendah (17 persen-35 persen), serta kapasitas kalor volumetrik udara yang sangat kecil, yaitu 1/1000 kali materi padatan medium konduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji awal dan membandingkan efektivitas medium konduksi pasir dan zeolit dalam menurunkan kandungan kadar air jagung pada pengeringan konduksi. Pengeringan jagung secara konduksi yang dipanaskan di dalam pengering tipe rotari skala laboratorium. Tiga kombinasi kondisi suhu awal medium konduksi dan waktu kontak yaitu 100 derajat C-120 det., 150 derajat C-60 det. dan 200 derajat C-30 det., serta dua macam Rasio Massa Biji-bijian terhadap Massa Medium (MGMR) yaitu 2:1 dan 4:1 merupakan perlakuan dalam penelitian ini. Penelitian diulang dua kali, sehingga diperoleh 24 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medium konduksi pasir ternyata lebih efektif dalam mengurangi kadar air jagung pada kombinasi perlakuan dari 100 derajat C-120 det. sampai 150 derajat C-60 det.; sementara medium konduksi zeolit lebih efektif dalam menurunkan kadar air jagung pada kombinasi perlakuan dari 150 derajat C-60 det. sampai 200 derajat C-30 det. MGMR zeolit 2:1 pada suhu awal tertinggi dan waktu kontak terendah menunjukkan persentase penurunan kadar air jagung yang tertinggi. Hal ini mengindikasikan terdapatnya ratio massa medium konduksi terhadap massa biji-bijian yang paling optimal yang mampu paling banyak menurunkan persentase kadar air jagung
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination