Alleviating yellow symptom and lower yield in groundnut induced by Fe deficiency on Alfisol with sulphur (S) and manure application
2000
Taufiq, A. | Sudaryono
Inglés. The yellow symptoms in groundnut often take place in Alfisol. Since the impact extended to the large areas and reduced yield, so that it is still given more attention. The research was conducted during rainy season of 1997/1998 in dry land Alfisols at Lamongan (East Java) with pH 7.9 and at Karanganyar (Central Java) with pH 6.8. Application of cow manure from 0 to 20 t/ha, and sulphur (80 percent S) from 0 to 600 kg S/ha were tested in this research. Groundnut of local variety was planted on plot measuring of 3.2 m x 5 m, 1 plant/hill and spacing of 40 cm x 10 cm. Basal fertilizers consisted of 50 kg Urea/ha (45 percent N), 100 kg SP36/ha (36 percent P2O5), and 75 kg KCl/ha (45 percent K2O). The research was a continuation from previous research. Objectives of the research were to confirm the role of sulphur and organic matter in increasing productivity and alleviating yellow symptoms in groundnut planted on Alfisols. Result of the research showed that application of S from 200 to 400 kg S/ha on Alfisol with pH 7 effectively alleviated yellow symptoms and increased groundnut yield. However, in Alfisol with soil pH 7, no significant response of S application. Application of manure on Alfisol with crumb structure at Lamongan and Karanganyar, did not significantly increase yield. From this research, it can be concluded that sulphur (S) effectively controlled yellow symptom in groundnut planted on high pH Alfisols, meanwhile the yield also increased. However, on Alfisols with soil pH 7, application of powdered-S as source of S should be avoided
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Upaya mengatasi gejala kuning pada kacang tanah yang sering terjadi pada tanah Alfisol hingga saat ini masih mendapat perhatian serius. Hal ini karena gejala tersebut kian bertambah luas dan menyebabkan penurunan hasil yang cukup besar. Penelitian dilaksanakan selama MH 1997/1998 di lahan kering tanah Alfisol Lamongan (Jawa Timur) pH 7,9 dan Karanganyar (Jawa Tengah) pH 6,8. Dua faktor yang dicoba dalam penelitian ini adalah pemberian bahan organik yang berupa pupuk kandang kotoran sapi dosis 0, 10, dan 20 t/ha dan pemberian belerang (80 persen S) dosis 0, 200, 400, dan 600 kg S/ha. Kacang tanah varietas lokal ditanam pada plot berukuran 3,2 m x 5 m, 1 tanaman/lubang dengan jarak tanam 40 cm x 10 cm. Pupuk dasar terdiri atas 50 kg Urea/ha (45 persen N), 100 kg SP36/ha (36 persen P2O5), dan 75 kg KCl/ha (45 persen K2O). Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian tahun sebelumnya. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan konfirmasi tentang peranan Sulfur (S) dan bahan organik untuk meningkatkan produktivitas dan mengatasi gejala kuning pada kacang tanah di tanah Alfisol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanah Alfisol dengan pH 7, pemberian S dosis 200-400 kg S/ha efektif menekan timbulnya gejala kuning dan meningkatkan produktivitas kacang tanah. Sedangkan pada tanah Alfisol pH 7, pemberian S tidak memberikan pengaruh. Pemberian pupuk kandang pada tanah Alfisol dengan struktur tanah ringan (remah) di Lamongan dan Karanganyar kurang memberikan dampak terhadap peningkatan hasil. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa belerang (S) efektif menekan timbulnya gejala kuning dan meningkatkan hasil kacang tanah di tanah Alfisol bereaksi basa. Penggunaan bubuk belerang sebagai sumber S pada tanah Alfisol ber-pH 7 perlu dihindari
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination