Application of manure and EM-4 on growth and yield of soybean
2000
Riwanodja | Suhartina
Inglés. Soil fertilizer deterioration was due to imbalance application of unorganic and organic fertilizer. In sustainable agriculture, application of organic matters is necessary to maintain soil fertility and provide nutrients. EM-4, as decomposer of organic materials is claimed to accelerate decomposition process. Field experiment was undertaken to study the effect of Effective Microorganism 4 (EM-4) and manure on growth and yield of soybean. The studies were conducted at two locations: Jambegede (Alluvial) and Genteng (Latosol/Regosol). Randomized block design with three replications was used. There were twenty factorial treatments derived from manure (0, 5, 10, 15 and 20 t/ha) and EM-4 (0, 3, 6 and 9 cc/l water). Soybean (Wilis) was planted at plant spacing of 40 cm x 10 cm, and maintained 2 plants/hill on plot. There was no interaction between manure and EM-4 on all parameters observed. In Alluvial soil, application of manure (20 t/ha) increased plant height (50 and 60 DAS) and dry weight of plant (30 DAS). In Latosol/Regosol soil, application of 10 t/ha manure increased seed weight. EM-4 did not increase yield and yield components on both location. On the other hand, application of 9 cc/l water of EM-4 showed reduced plant height, and increased the number of empty pods
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Kesuburan lahan sawah telah mengalami penurunan akibat ketidak seimbangan penggunaan pupuk organik dan anorganik. Dalam konsep pertanian berkelanjutan, penggunaan bahan organik memegang peranan penting untuk mempertahankan kesuburan tanah dan memasok unsur hara. Bakteri-bakteri pengurai bahan organik, seperti yang terdapat dalam EM-4, bermanfaat untuk mempercepat proses dekomposisi sehingga diharapkan unsur hara yang tersedia dalam bahan organik dapat digunakan oleh tanaman. Penelitian lapang bertujuan untuk mengkaji peran mikroorganisme (EM-4) dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai telah dilaksanakan di Jambegede (jenis tanah Alluvial) dan Genteng (jenis tanah Asosiasi Latosol/Regosol). Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok faktorial dan diulang tiga kali. Ada dua puluh kombinasi perlakuan yang terdiri dari 5 takaran pupuk kandang (0, 5, 10, 15, dan 20 t/ha) dan 4 takaran EM-4 (0, 3, 6 dan 9 cc/l air). Kedelai varietas Wilis ditanam pada jarak tanam 40 cm x 10 cm, 2 tanaman/rumpun pada petak percobaan berukuran 5 m x 4 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi antara pupuk kandang dan EM-4 terhadap pertumbuhan, komponen hasil dan hasil biji kedelai. Di tanah Alluvial, pupuk kandang berpengaruh terhadap tinggi tanaman (50, 60 HST), jumlah bintil akar (40 HST) dan berat kering tanaman (30 HST). Pada jenis tanah Latosol/Regosol, pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, komponen hasil dan hasil biji. Akan tetapi aplikasi 10 t pupuk kandang/ha meningkatkan bobot biji (g/100 biji) dibanding kontrol, pada tanah Latosol/Regosol. Pemberian EM-4 sebanyak 9 cc/l air ternyata menekan pertumbuhan tanaman dan memperbanyak jumlah polong hampa
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination