Gender analysis in dairy cow husbandry
1998
Wahyuni, S., Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor (Indonesia)
Indonesio. Untuk mendapatkan teknologi tepat guna bagi pengembangan usaha ternak sapi perah, dilakukan wawancara terhadap 240 peternak sapi perah rakyat di desa Cibogo, Cikole dan Pagerwangi kecamatan Lembang, Bandung Jawa Barat selama bulan Mei sampai Juni 1996. Jumlah sampel seluruhnya 240 individu, data dianalisa secara kualitatif mengacu pada kerangka analisis gender, disajikan secara deskriptif. Hasilnya, peternak mengalokasikan sebagian besar waktunya pada kegiatan produktif terutama usaha ternak sapi perah. Dalam kegiatan rutin usaha sapi perah, suami mencurahkan waktu 7,3; istri 2,7 namun mereka sering merupakan orang pertama yang mengetahui adanya ternak sakit dan birahi sedangkan anak mencurahkan waktu 1,5 jam/hari. Istri lebih banyak mengerjakan pekerjaan reproduktif (rumah tangga): (3,5) sedangkan suami 0,5 jam/hari. Kegiatan sosial di lokasi penelitian terbatas pada pertemuan kelompok dan keagamaan. Suami dan istri mempunyai akses dan kontrol yang setara terhadap sapi dan peralatan usaha ternak namun hanya suami yang diikutsertakan dalam penyuluhan. Produksi susu sapi 10-12 liter/ekor/hari akibat rendahnya efisiensi dan efektifitas usaha. Untuk memperbaiki kondisi ini pengetahuan peternak (suami dan istri) tentang penggunaan konsentrat, analisis usaha, ekonomi usaha, servis IB, dan pertolongan pertama terhadap ternak sakit perlu diberikan (melalui penyuluhan yang diadakan di masing-masing desa). Hal ini bisa dicapai jika beban kerja berat mereka diringankan terlebih dahulu dengan menerapkan teknologi terutama dalam hal pakan (misalnya pembuatan hay atau silase, alat pemotong rumput sederhana dan pengemasan konsentrat yang beratnya 10 kg) dan pemerahan susu (alat pemerah susu sederhana)
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination