Evaluation of beef cattle integration on farming system of upland food crops in North Sulawesi (Indonesia)
1999
Pajow, S.K. | Paat, P.C. (Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Kalasey (Indonesia))
Inglés. This research was one of the activity of Assessment of Farming System Based Maize on upland area of North Sulawesi, focused on integrated beef cattle farming in Tondegesan District of Minahasa on 750 m elevation. The objective of this study was to evaluate the potency, characteristic and effect of beef cattle farming integrated with food crops. Diagnosis methodology used RRA approach. This RRA approach is focused on interaction of component system included productivity, stability, sustainability, and accountability. The results showed that ratio of animal unit for feed (AUF) with animal unit for animal (AUA) is more than 8.0 (3676,462):(459,20), it means that the availability of feed in Tondegesan village are over supply, include maize straw, peanut straw, native pasture forages, and understorey grasses. Although the average of land size that own by farmers was only 0.35 ha, however, they have been able to integrate 2 to 7 AU of cattle with feedstuffs mentioned above and sometimes with maize or rice straw as feed supplements. The effects of beef integration, play an important role to fulfill the tactic and strategic requirements and socio-economic status of farmers. Based on the local resources it is suitable to improve beef cattle fattening in agribusiness and agroindustry system by using adaptive components of technology in order to be able to compete in global market. In term of supporting domestic economy, it is important to concern natural conservation and to overcome the added value from the restricted resources as a new growth economic area
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Penelitian ini merupakan bagian dari kegiatan Pengkajian Sistem Usahatani Berbasis Jagung pada Ekosistem Dataran Tinggi Sulawesi Utara, difokuskan pada integrasi usaha ternak sapi di desa Tondegesan Minahasa pada elevasi 750 m dpl. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi potensi dan karakteristik usaha ternak sapi serta dampak pengembangan integrasi sapi dengan tanaman pangan pada musim tanam tahun 1996/1997. Untuk mencapai tujuan tersebut maka telah digunakan metodologi diagnosis dengan pendekatan RRA, diarahkan pada keterkaitan komponen sistem meliputi produktivitas, stabilitas, sustainabilitas dan akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa Tondegesan dengan mata pencarian pertama sebagai petani palawija (jagung-kacang-kacangan) ternyata memiliki rasio satuan ternak (STt) dan satuan makanan ternak (STm) sebesar 8,0 yang mengartikan bahwa wilayah tersebut kelebihan makanan ternak berupa limbah jerami jagung, kacang-kacangan dan padi serta rumput lapangan. Akan tetapi potensi ternak yang dipelihara baru sekitar 459,2 STt. Dengan hanya memiliki lahan garapan rata-rata 0,35 ha per petani dengan pola tanam yang ada sekarang ini ternyata mampu memelihara 2 sampai 7 ekor sapi dengan sumber pakan seperti yang telah disebut di atas dan kadang-kadang makanan penguat seperti jagung dan dedak padi. Adanya integrasi pemeliharaan ternak sapi dengan tanaman pangan ini ternyata dapat memenuhi kebutuhan taktis dan strategis petani, serta memberikan dampak yang luas terhadap kehidupan sosial ekonomi petani pedesaan dalam konteks pengentasan kemiskinan. Berdasarkan pada ketersediaan sumberdaya maka pola usaha sapi yang tepat adalah penggemukan karena didukung oleh kemampuan biofisik setempat. Untuk itu pendekatan agroindustri dalam sistem agribisnis dengan kandungan iptek yang tinggi perlu dilakukan agar dapat berkompetisi dengan pasar global. Dalam upaya mendukung pembangunan daerah maka usaha ternak sapi dibangun dengan komponen-komponen teknologi teradaptasi yang berwawasan konservasi lahan namun dapat menciptakan nilai tambah pada sumberdaya terbatas sehingga mampu menjadikan wilayah pertumbuhan ekonomi baru
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination