Biopulping of empty fruit bunches of oil palm for pilot-scale newsprint paper
2002
Away, Y. | Goenadi, D.H. (Unit Penelitian Bioteknologi Perkebunan, Bogor (Indonesia))) | Pasaribu, R.A. | Santosa, G.I.
Inglés. Empty fruit bunches of oil palm (EFBOP) are solid orgnic wastes produced by a palm oil mill which have not been utilized efficiently. As a lignocellulosic substance, EFBOP have can be utilized for pulp and paper raw materials due to their characteristics and availability in large amount through out the year. However, there were very limited studies reported especially regarding the application of biological pretreatment. This study was conducted to determine the application of biopulping technology on EFBOP as pulp and newsprint paper raw material at a pilot-scale. About 13.000 kilograms of 2-5 cm-chopped EFBOP were treated by a white-rot fungi isolate K14 at 5 percent (v/b) dosage and incubated for 10 days. Another unit was prepared without fungal inoculation as reference. Parameters observed at the end of incubation period were Klason-lignin, cellulose, and hemicellulose contents, and C/N ratio. Soda-anthraquinon technique was then employed for pulp and newsprints processing for both treatment mixed with 20 percent (v/w) of long fiber Pinus radiata pulp. The results showed that biological treatment with K14 isolate produce better pulp quality than the control. The newsprint produced have a reliable properties and consume less energy and chemicals. Under experiment condition, biological pretreatment saves production cost of newsprints up to 7 percent
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat orgnik yang dihasilkan dari pabrik pengolahan minyak sawit yang belum dimanfaatkan secara efisien. Sebagai bahan lignoselulosa, TKKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pulp dan kertas karena ketersediaannya yang berlimpah sepanjang tahun. Namun, penelitian tentang perlakuan pendahuluan secara biologi yang dilaporkan sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari penerapan teknologi biopulping pada TKKS sebagai bahan baku pembuatan pulp dan kertas pada skala pilot. Cacahan TKKS dengan ukuran 2-5 cm sebanyak 13.000 kg diperlakukan dengan fungi pelapuk putih (FPP) isolat K14 dengan dosis 5 persen (v/b) dan diinkubasi selama 10 hari. Satu unit lagi disiapkan tanpa inokulasi fungi sebagai kontrol. Pada akhir inkubasi, parameter yang diamati adalah kadar lignin-klason, selulosa, dan hemiselulosa, dan nisbah C/N. Teknik soda-antrakinon dipakai dalam pembuatan pulp dan kertas setelah kedua perlakuan dicampur dengan 20 persen pulp serat panjang dari Pinus radiata. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perlakuan secara biologi dengan memanfaatkan isolat FPP-K14 menghasilkan pulp dengan mutu yang lebih baik daripada kontrol. Kertas koran yang dihasilkan mempunyai sifat yang dapat diandalkan dan konsumsi energi dan bahan kimia yang rendah. Pada kondisi percobaan, perlakuan pendahuluan secara biologi menghemat biaya produksi kertas koran hingga 7 persen
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination