Characteristics of the genetic material of common bean and their potency on yield, quality, and resistance to rust and disease improvement
2002
Kasno, A. | Trustinah | Moedjiono | Sumartini | Utomo, J.S.,Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang (Indonesia)
Inglés. The characteristics of genetic materials easily understood as population identify in describing genotypes in gene pool. Variability of the economic trait and it's distribution could show the importance of those genetic materials on plant breeding, especially on improvement of yield, quality and resistance to disease. The genetic material of common bean at the RILET consisted of 30 genotypes. Standard evaluation of some traits used the IPBGR method and evaluation to disease resistance used the Schoonhoven and Corrales (1987) methods. Qualitative traits such as pod colour, seed colour, and stem colour were varied. High variability were shown by yield and yield quality and these traits distributed a negative curve, indicated that genetic materials studied would strongly support the genetic improvement of common bean, especially MLG 16004, 16006, 16017, 16018, 16024, 16007, 16019, and 16021. Yield potential of those genotypes were 20-22 t/ha fresh pod, harvesting period 50-80 days, 10 times harvesting with 3 days interval, and susceptible to rust disease. It was suggested that to improve general performance mass selection scheme could be used for selecting genotype in the short term breeding program
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Karakteristik populasi bahan genetik mudah dipahami sebagai suatu ciri populasi dan sekaligus menjelaskan identitas suatu assesi atau genotipe yang terkandung di dalamnya. Keragaman suatu karakter yang bernilai ekonomi dan pola distribusinya akan menunjukkan nilai guna bahan genetik dalam perbaikan varietas, terutama hasil, mutu hasil dan ketahanan terhadap hama/penyakit. Populasi bahan genetik kacang buncis di Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian terdiri atas 30 assesi/genotipe. Daya guna populasi bahan genetik dalam perbaikan varietas tidak ditentukan oleh jumlah assesi/genotipe, namun tergantung dari keragaman dan pola distribusi karakter yang bernilai ekonomi. Karakterisasi populasi bahan genetik kacang buncis untuk karakter kualitatif dan kuantitatif menggunakan metode IPBGR (1985), dan evaluasi ketahanan terhadap penyakit karat menggunakan Schoonhoven dan Corrales (1987). Terdapat keragaman yang tinggi untuk beberapa karakter kualitatif seperti warna polong, warna biji, warna tangkai daun, hasil, komponen hasil, dan mutu hasil sebagai karakter kualitatif yang bernilai ekonomi juga memiliki keragaman yang tinggi dan distribusi mengikuti pola kurva negatif. Hal tersebut mengisyaratkan banyaknya genotipe yang memiliki karakteristik unggul. Sebanyak sembilan genotipe memiliki karakteristik unggul yakni: MLG 16003, MLG 16004, MLG 16006, MLG 16017, MLG 16018, MLG 16024, MLG 16007, MLG 16019, dan MLG 16021. Genotipe tersebut memiliki daya hasil 20-22 t/ha polong segar, panen pertama umur 50 hari dan berakhir umur 80 hari dengan frekuensi panen 10 kali, serta agak tahan hingga agak rentan penyakit karat. Evaluasi keragaman karakter kuantitaif di dalam populasi terpilih, menyarankan bahwa perbaikan bentuk dan rupa umum populasi melalui seleksi massa dapat menghasilkan varietas komposit kacang buncis dalam jangka pendek
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination