Prospek pengembangan agroindustri tepung kasava tingkat pedesaan di kabupaten Garut Jawa Barat.
1994
Wahyudin S.M. | Ruskandar A.
BAHASA: Tahapan kegiatan pada penelitian tahun pertama (1992/1993) meliputi: (a) survei identifikasi masalah; (b) pembangunan proyek percontohan untuk pengenalan teknologi dan produksi tepung kasava; dan (c) survei penerimaan konsumen untuk perintisan pasar. Pada tahun ke-2 (1993/1994) kegiatannya adalah sbb: (a) percobaan produksi tepung kasava di Pameungpeuk; (b) survei penerimaan konsumen lanjutan; dan (c) perintisan sistem tataniaga tepung kasava. Tujuan penelitian yaitu: (1) mengetahui peluang DPP-1 (daerah penelitian prioritas-I) Pameungpeuk sebagai sentra produksi tepung kasava; (2) mengetahui peluang pasar tepung kasava khususnya di kota Garut (sentra pabrik makanan) dan Sukawening (sentra pabrik krupuk); dan (3) terbentuknya sistem tataniaga tepung kasava. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa: Pameungpeuk mempunyai potensi sebagai sentra produksi tepung kasava, dengan harga bahan baku murah (harga tertinggi ubikayu Rp 60,-/kg), sedangkan di Wanaraja harganya sekitar Rp 100,-/kg. Suhu harian maksimum di Pameungpeuk mencapai 35 derajat C (di Wanaraja 26 derajat C) dengan kecepatan angin tinggi. Kedua faktor cuaca tersebut menyebabkan proses penjemuran sawut ubikayu berlangsung lebih cepat 3 hari dibanding di Wanaraja (6 hari). Daerah kota Garut dan Sukawening mempunyai peluang yang baik sebagai pasar tepung kasava. Permintaan tepung mencapai 4 ton per minggu, dengan harga Rp. 450,-/kg dengan syarat kontinuitas ketersediaan barang dan mutu stabil. Sistem tataniaga tepung kasava sebaiknya menggunakan sistem satu pintu agar tidak terjadi persaingan antara petani dengan produsen. Petani memproduksi sawit kering, dan penepungannya dilaksanakan oleh sentra penepungan yang letaknya dekat pasar (Wanajaya).
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Wolters Kluwer