[Farmers emporment at Merapi area as society economic rehabilitation effort post eruption throgh vegetable crops cultivation]
2012
Purwaningsih H.; Murwati; Suparto(Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta (Indonesia))
Telah dilakukan kajian Pemberdayaan Petani sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pasca Erupsi Merapi Melalui Usahatani Tanaman Sayuran, pada bulan Maret hingga Desember 2010 di Dusun Kopeng, Desa Kepuhardjo, Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Tujuan kajian adalah diseminasi ushatani tanaman sayuran melalui demplot sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di kawasan erupsi Merapi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah demplot tanaman sayuran (bayam, sawi) dengan luasan 250 m2 dengan perlakuan pemupukan adalah pupuk organik (pupuk kandang), untuk Tanaman Bayam terdiri dari: 1) tanpa pupuk kandang (POB); 2) 5 t/ha (PIB); 3) 10 t/ha (P2B); 4) 15 t/ha (P3B) sedangkan untuk tanaman sawi terdiri dari: 1) tanpa pupuk kandang (POS); 2) 5 t/ha (PIS); 3) 10 t/ha (P2S); 4) 15 t/ha (P3S). Pemupukan dengan pupuk kandang ada 8 perlakuan: POB, P B, P2B, P3B, POS, P1S, P2S, P3S. Masing-masing perlakuan di ulang 3 kali. Dosis pupuk anorganik (pupuk kimia) diberikan sama pada semua perlakuan yaitu: Urea 300 kg/ha dan Ponska 200 kg/ha. Keadaan lahan pada tutupan abu setebal 14 cm. Hasil pengamatan dianalisa dengan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5 persen serta dilakukan analisa usahatani terhadap hasil produksi kedua tanaman sayuran (bayam, sawi). Hasil kajian menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan dengan pupuk organik untuk tanaman bayam pada dosis 10 t/ha dan 15 t/ha (P2B dan P3B) tidak berbeda nyata yaitu 865,67 (P2B) dan 968,33 (P3B). Produksi tertinggi pada pemberian pupuk organik (pupuk kandang) 15 t/ha yaitu 10,27 kg (P3B), sedangkan produksi bayam pada pemberian pupuk kandang 0 t/ha (POB), 5 t/ha (P1B) dan 10 t/ha (P2B) tidak berbeda nyata. Pada tanaman sawi menunjukkan bahwa pada pemberian pupuk kandang 10 t/ha (P2S) dan 5 t/ha (P3S) tidak berbeda nyata (756,00 dan 879,67), sedangkan produksi tertinggi pada perlakuan pemberian pupuk kandang 15 t/ha: 15,98 kg/ha (P3S). Berdasarkan hasil analisa usahatani tanaman bayam keuntungan yang dapat diperoleh petani tiap luasan 250 m2 sebesar Rp.845.500, sedangkan tanaman sawi Rp 1.139.500, dengan demikian tanaman bayam dan sawi layak dikembangkan
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination