Cultivation and marketing of castor in East Java (Indonesia) - a case study in Banyuputih Sub District, Situbondo
1994
Nurheru | Sulistiono, B. | Basuki, T. (Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat, Malang (Indonesia))
Indonesio. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, untuk mengetahui usahatani dan tataniaga biji jarak di Kabupaten Situbondo. Dari empat desa di Kecamatan Banyuputih, dipilih dua desa yang mempunyai areal tanaman jarak paling luas, yaitu Desa Banyuputih dan Sukorejo. Kemudian pada masing-masing desa dipilih 20 petani jarak secara acak, sehingga seluruhnya diperoleh 40 petani contoh. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November sampai Desember 1991, dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis usahatani enterprise. Tataniaga biji jarak ditelusuri dari petani sampai eksportir dan PT Kimia Farma Semarang. Usahatani jarak di Kecamatan Banyuputih dilakukan dengan sistem tanam jagung/jarak. Petani lebih mengutamakan tanaman jagung karena berfungsi sebagai bahan makanan pokok. Setelah jagung dipanen, di lahan tinggal tanaman jarak dan petani tidak menanam tanaman lain karena sulit tumbuh di musim kemarau. Pendapatan usahatani jarak sebesar Rp 129.745,- per hektar, atau 24 percent dari pendapatan usahatani selama satu tahun. Petani merasakan manfaat adanya tanaman jarak karena mampu memberikan penghasilan di musim kemarau. Varietas lokal yang digunakan petani mudah pecah ketika masih dipohon, sehingga buah jarak dipanen muda. Akibatnya banyak membutuhkan tenaga kerja untuk pengupasan, serta banyak biji jarak yang pecah dalam proses pengupasan. Dalam tataniaga biji jarak di Kecamatan Banyuputih, harga jarak yang diterima petani merupakan 66 percent dari tingkat harga eksportir
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination