Pathological and biochemical changes in intoxication of mindi (Melia azedarach)
1995
Sani, Y. | Bahri, S. (Balai Penelitian Veteriner, Bogor (Indonesia))
Inglés. The purpose of this study was to investigate pathological and biochemical changes in intoxication of mindi leaf (Melia azedarach) on skeletal muscle and myocardial tissues. Fifty two males weighing 140 g to 240 g were intoxicated in 20 percent; 25 percent and 40 percent diet of mindi leaf ad libitum for 25 days. Clinical signs did not appear the intoxication of mindi leaf. Specific pathological changes were not found macroscopically except cachexia and paleness. Skeletal muscle lesions on the other hand, were consistently noted microscopically. There were degeneration, necrosis and fragmentation of muscle fibres; enlargement of nuclei; fibrosis; oedema and hyalination. The hyalination was prominent and appeared to be more progressive two weeks after dosing. Following the skeletal muscle lesions, myocardial showed degeneration, necrosis and fragmentation of fiibres; enlargement of nuclei and hypercellularity. Regeneration of skeletal muscle developed on day-5 after the substitution of mindi diet by normal diet indicated by disappearing of hyalin tissues. But, myocardial appeared to be regenerated two days after the substitution of diet. Enzymatic activities of alaninine aminotransferase (ALAT) and aspartate aminotransferase (ASAT) were not affected. Both enzymes in treated animals were lower than the control. The substitution of diet showed an increase on day-3 after substitution and appeared to maximum followed by a reduction of enzymatic activities in week-4. On the other hand, creatinine phosphokinase (CPK) was affected in which higher level was noted in treated groups than control. Substitution of diet has led to the reduction of CPK level on day-2 and appeared to reach the same level as in control group on day -21. The control group was not affected whether clinically or pathologically or biochemically. It remained normal throughout the experimental period
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari perubahan patologi dan regenerasi jaringan otot kerangka dan otot jantung akibat keracunan daun mendi (Melia azedarach) serta mempelajari perubahan biokimia enzim seperti alanine aminotrasferase (ALAT), aspartate aminotransferase (ASAT) dan creatinine phosphokinase (CPK) akibat keracunan tersebut. Sebanyak 52 ekor tikus Wistar jantan dengan bobot badan antara 140-240 gram diintoksikasi dengan 20 persen; 25 persen dan 40 persen daun mindi melalui pakan secara ad libitum selama 28 hari. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa gejala klinis tidak dijumpai selama percobaan. Perubahan makroskopis tidak menunjukkan kelainan patologis yang spesifik kecuali kekurusan dan kepucatan. Perubahan pada jaringan otot kerangka secara mikroskopis merupakan perubahan patologis yang konsisten pada keracunan daun mindi. Perubahan tersebut meliputi degenerasi, nekrosis dan fragmentasi serabut otot; pembesaran inti sel otot; fibrosis; oedema dan hialinasasi. Sementara itu, hialinisasi merupakan perubahan yang menonjol selama keracunan daun mindi. Pembentukan jaringan hialin secara monjol terjadi pada minggu kedua setelah pemberian daun mindi dan mulai menghilang pada hari kelima setelah pergantian pakan perlakuan dengan pakan normal pada saat otot mengalami regenerasi. Selain perubahan pada otot kerangka, perubahan patologis lain juga dijumpai pada jaringan otot jantung berupa degenerasi, nekrosis dan fragmentasi serabut otot; pembesaran inti sel dan hiperselularitas. Regenerasi otot jantung terlihat pada hari kedua setelah pergantian pakan. Aktivitas enzim ASAT dan ALAT tidak mengalami perubahan yang nyata karena tingkat kedua enzim tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pergantian pakan menunjukkan peningkatan aktivitas enzim pada dua minggu pertama selama pemberian daun mindi dan menurun pada minggu ketiga berikutnya, namun aktivitasnya mengalami peningkatan pada hari ketiga setelah pergantian pakan. Selanjutnya, aktivitas kedua enzim ini mencapai puncaknya pada minggu ketiga pada kelompok pergantian pakan dan diikuti oleh penurunan aktivitas enzimatis pada minggu keempat. Sebaliknya, aktivitas CPK terlihat sangat dipengaruhi oleh pemberian daun mindi yang terlihat lebih tinggi pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Pergantian pakan menimbulkan penurunan aktivitas CPK pada hari kedua setelah pergantian pakan dan mencapai tingkat yang sama dengan kelompok kontrol pada hari ke-21. Kontrol tidak mengalami perubahan baik secara klinis, patologis maupun biokimiawi
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination