Prospect of using improve maize sheller (SENAPIL) to support maize intensification program (Supra Insus) in dry land of South Malang, East Java
1996
Tastra, I.K. (Balai Penelitian Tanaman Pangan, Malang (Indonesia))
Inglés. The low access of mobile maize sheller service in dry land and the low contribution of young man labour are two of the constraints to support maize Supra Insus program which required more labor during shelling process. Therefore, evaluation of improve maize sheller (SENAPIL) in maize producing area South Malang, E. Java had been done in 1994. The objective of this review was to evaluate the feasibility of using SENAPIL commercially. Based on performance evaluation using maize at 15-17 percent grain moisture content (wet basis), it was found that the effective capacity of SENAPIL (1.73 t/hour/2 man) was higher than existing power sheller (1.16 t/hour/2 man). At shelling cost of Rp 5/kg, effective working hours 360 hours/year, labor cost Rp 10.000/day/man and investment cost Rp 1.5 million/unit the net present value was Rp 1.7 million, the benefit cost ratio was 1.2, the internal rate of return was 62.5 percent, the unit cost was Rp 3.40/kg, the break even point was 231 ton/year, and the pay back period was 1.5 year. Based on the result of financial analysis it is concluded that SENAPIL is feasible to be applied for group of farmers involved in maize Supra Insus Program
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Semakin kecilnya minat pemuda tani dalam pertanian dan belum berkembangnya sistem pelayanan jasa pemipilan jagung di daerah lahan kering Malang Selatan, Jawa Timur merupakan salah satu kendala dalam memacu peningkatan produksi jagung melalui program supra insus, yang relatif membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dalam penanganan pasca panennya. Sehubungan dengan hal tersebut, pada MK 1994 telah dilakukan kajian kelayakan penerapan pemipil SENAPIL (tenaga penggerak motor bakar 7,0 HP) dibandingkan dengan pemipil yang sudah ada (TH6-VS, ORIZA, tenaga penggerak motor diesel 6,5 HP). Analisis kelayakan finansial penerapan SENAPIL dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kinerjanya, dengan menggunakan jagung tongkol dengan kadar air biji 15-17 persen basis basah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas efektif SENAPIL (1,73 t/jam/2 operator) lebih tinggi dibandingkan dengan pemipil TH6-VS ORIZA (1,16 t/jam/2 operator). Berdasarkan data kapasitas riil pemipil SENAPIL, pada tingkat harga SENAPIL Rp 1,5 juta/unit, perkiraan jam kerja efektif 360 jam/tahun, gaji 2 orang operator Rp 20.000/hari, upah pemipilan Rp 5/kg jagung pipilan dan tingkat bunga bank 18 persen/tahun diperoleh bahwa SENAPIL masih cukup layak diterapkan di daerah lahan kering Malang Selatan. Berturut-turut didapat biaya pokok pengoperasian SENAPIL Rp 3.40/kg jagung pipilan, titik impas 231 t/tahun, jangka waktu pengembalian modal 1,5 tahun, nilai keuntungan Rp 1,7 juta, nisbah keuntungan dengan biaya 1,2 dan tingkat pengembalian modal (IRR) 62,5 persen. Dari kajian yang telah dikemukakan dapat disimpulkan bahwa pemipil jagung SENAPIL layak diintroduksi dalam bentuk sistem pelayanan jasa pemipilan, untuk mendukung upaya peningkatan produksi jagung di daerah lahan kering Malang Selatan, Jawa Timur melalui program supra insus jagung
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination