Predation rate of Amblyseius cucumeris on Thrips parvispinus and Polyphagotarsonemus latus on hot pepper in the laboratory
1997
Prabaningrum, L. | Sastrosiswojo, S. | Rubiati, T. (Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang (Indonesia))
Inglés. Thrips parvispinus and broad mite, Polyphagotarsonemus latus are important pest on hot pepper, Capsicum annuum. In England, Netherland, and Australia, predatory mite Amblyseius cucumeris is used to control those pests. In Indonesia, the role of the predator is unknown. The purpose of this experiment was to know predation rate of this predator on thrips and broad mite. The experiment was conducted in the laboratory of Research Institute for Vegetable, Lembang, West Java (1250 m asl). The results showed that: (1) the highest of predation rate of A. cucumeris on thrips and yellow tea mite was in first time, and it would stop at 4 hours after infestation, and (2) predation rate of A. cucumeris in 5 hours on thrips and broad mite were 3.30-4.60, and 73.90 nymphs respectively. Based on this experiment, number of A. cucumeris released to control thrips and broad mite was depended on density of these preys
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Thrips parvispinus dan tungau teh kuning, Polyphagotarsonemus latus adalah hama penting tanaman cabai (Capsicum annuum). Di Inggris, Belanda, dan Australia tungau predator Amblyseius cucumeris telah digunakan untuk mengendalikan kedua hama tersebut. Di Indonesia peranan tungau predator tersebut belum diketahui. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemangsaan tungau predator tersebut terhadap thrips dan tungau teh kuning. Percobaan dilakukan di laboratorium Balai Penelitian Tanaman Sayuran di Lembang, Jawa Barat (1.250 m dpl.), menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Hasil percobaan menunjukkan bahwa: (1) pemangsaan seekor tungau predator A. cucumeris terhadap thrips dan tungau teh kuning yang tertinggi terjadi pada jam pertama setelah infestasi, dan selanjutnya mengalami penurunan, (2) kemampuan pemangsaan seekor A. cucumeris betina terhadap thrips, selama 5 jam adalah sebesar 3.30-4.60 ekor dan terhadap tungau teh kuning selama 5 jam adalah sekitar 73.90 ekor. Berdasarkan hasil percobaan tersebut, jumlah tungau predator A. cucumeris yang dilepas untuk mengendalikan thrips dan tungau teh kuning, harus berdasarkan jumlah populasi mangsanya
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination