EVALUASI DAERAH PENANGKAPAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI SELAT SUNDA | EVALUASI DAERAH PENANGKAPAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI SELAT SUNDA
2022
Tarigan, Daniel Julianto | Sasongko, Agung Setyo | Rahayu, Bella Dinda | Anwar, Yanto
Indonesio. Ikan tongkol merupakan spesies yang dominan tertangkap di Perairan Selat Sunda dan digemari oleh masyarakat. Daerah penangkapan ikan memiliki karakteristik yang sangat dipengaruhi kondisi oseanografi seperti suhu dan klorofil-a. Klorofil-a merupakan indikator kesuburan suatu perairan. Aspek ukuran panjang ikan menjadi fokus utama dalam menentukan daerah penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil tangkapan berdasarkan klorofil-a, dan ukuran panjang ikan yang menghasilkan pemetaan daerah penangkapan ikan tongkol di Perairan Selat Sunda. Penelitian ini dilakukan dengan metode kasus. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli tahun 2021. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skoring terkait dengan klorofil-a, ukuran panjang ikan, dan Catch Per Unit Effort (CPUE). Ukuran panjang ikan merupakan aspek yang memiliki bobot terbesar. Kategori daerah penangkapan ikan terdiri dari kategori daerah penangkapan ikan potensial, potensial sedang, dan tidak potensial. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah total hasil tangkapan ikan tongkol di Perairan Selat Sunda selama penelitian sebesar 2.134 kg. Kategori ukuran ikan layak tangkap terdapat di daerah penangkapan Pulau Peucang, Sumur, Pulau Mangir, dan Teluk Paraja. Kandungan klorofil-a di Perairan Selat Sunda secara keseluruhan termasuk kategori tinggi. Daerah penangkapan yang termasuk kategori potensial yaitu Pulau Peucang, Sumur, Pulau Mangir, dan Teluk Paraja sedangkan daerah penangkapan yang tidak potensial yaitu Tanjung Lesung, Sebesi, Ujung kulon, Pulau Panaitan, dan Tj Alang-Alang.
Mostrar más [+] Menos [-]Inglés. Eastern little tuna is the dominant species caught in Sunda Strait and is favored by the local community. Fishing grounds characteristics are strongly influenced by oceanographic conditions such as temperature and chlorophyll-a. Chlorophyll-a is an indicator of a water column fertility. The length aspect of the fish becomes the main focus in determining the fishing grounds. This study aimed to analyze the catch based on chlorophyll-a, and the fish length that resulted in mapping the fishing grounds of eastern little tuna in Sunda Strait. This research was conducted with the case method from June to July 2021. The analysis used in this study was the scoring associated with chlorophyll-a, fish length, and Catch Per Unit Effort (CPUE). The length fish was the aspect that had the greatest weight. The category of fishing grounds consisted of category potential fishing grounds, medium potential and not potential. Based on the results of the study, the total number of eastern little tuna catches in Sunda Strait waters during the study was 2134 kg. The category of fish size suitable for catching was found in the fishing grounds of Peucang Island, Sumur, Mangir Island, and Paraja Bay. The content of chlorophyll-a in Sunda Strait waters as a whole was in the high category. The fishing ground included in the potential category were Peucang Island, Sumur, Mangir Island, and Paraja Bay, while the non-potential fishing grounds were Tanjung Lesung, Sebesi, Ujung Kulon, Panaitan Island, and Tj Alang-Alang.
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por IPB University in The City of Bogor (formerly Bogor Agricultural University)