Pengaruh Aplikasi Trichoderma sp. terhadap Intensitas Penyakit Bercak Daun dan Penyakit Karat Daun pada Beberapa Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) | Pengaruh Aplikasi Trichoderma sp. terhadap Intensitas Penyakit Bercak Daun dan Penyakit Karat Daun pada Beberapa Varietas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.)
2025
Mahendra, I Gede Rio | Maharani, Juwita Suri | Rochman, Fajar
Inglés. Bercak daun dan karat daun menjadi dua penyakit utama yang paling sering ditemukan pada tanaman kacang tanah. Trichoderma sp. digunakan sebagai alternatif pengendalian penyakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas aplikasi agens hayati Trichoderma sp. dalam menekan intensitas serangan penyakit bercak daun dan karat daun pada sejumlah varietas kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu: Faktor I (varietas kacang tanah) terdiri dari Talam-1 (V1), Takar-2 (V2), Kelinci (V3), Katana-2 (V4), dan Jerapah (V5). Faktor II berupa perlakuan tanpa Trichoderma sp. (H0) dan perlakuan dengan pemberian Trichoderma sp. dosis 6,4 g/tanaman (H1). Trichoderma sp. diaplikasikan satu kali kemedia tanah dilubang tanam. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perbedaan yang terjadi tidak menunjukkan signifikansi secara statistik antar varietas (V1–V5) maupun antar perlakuan (H0 dan H1). Pada penyakit bercak daun, nilai intensitas berkisar antara 0,43 hingga 0,64, sementara pada karat daun berkisar antara 0,22 hingga 0,52.
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Bercak daun dan karat daun menjadi dua penyakit utama yang paling sering ditemukan pada tanaman kacang tanah. Trichoderma sp. digunakan sebagai alternatif pengendalian penyakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas aplikasi agens hayati Trichoderma sp. dalam menekan intensitas serangan penyakit bercak daun dan karat daun pada sejumlah varietas kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri atas dua faktor, yaitu: Faktor I (varietas kacang tanah) terdiri dari Talam-1 (V1), Takar-2 (V2), Kelinci (V3), Katana-2 (V4), dan Jerapah (V5). Faktor II berupa perlakuan tanpa Trichoderma sp. (H0) dan perlakuan dengan pemberian Trichoderma sp. dosis 6,4 g/tanaman (H1). Trichoderma sp. diaplikasikan satu kali kemedia tanah dilubang tanam. Data dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perbedaan yang terjadi tidak menunjukkan signifikansi secara statistik antar varietas (V1–V5) maupun antar perlakuan (H0 dan H1). Pada penyakit bercak daun, nilai intensitas berkisar antara 0,43 hingga 0,64, sementara pada karat daun berkisar antara 0,22 hingga 0,52.
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por Perjuangan University