Formulation of toro tuna-based instant porridge with addition of seaweed flour for baby complementary food: Formulasi bubur instan berbasis toro tuna dengan penambahan tepung rumput laut untuk makanan pendamping ASI
2025
Ukhty, Nabila | Khairi, Ikhsanul | Akbardiansyah, Akbardiansyah | Ukhty, Nabila | Khairi, Ikhsanul | Akbardiansyah, Akbardiansyah
Inglés. The high incidence of malnutrition among children under five in Indonesia underscores the critical need for timely and comprehensive interventions to mitigate its impact. One of the factors contributing to malnutrition in toddlers is a lack of balanced nutrition in complementary food (CF). Fishery commodities such as tuna and seaweed have great potential to be developed into instant complementary food porridge for complementary feeding because they contain amino acids and essential fatty acids that toddlers need for brain and eye development. This research aimed to determine the best formulation for instant MPASI porridge made from toro tuna fish and seaweed flour based on organoleptic assessment, fatty acid profile, and amino acid profile. The complementary food porridge with toro tuna and seaweed flour consists of four treatments, namely 94%:6%, 88%:12%, 82%:18%, and 76%:24%. The parameters analyzed included sensory tests (appearance, color, taste, and texture), fatty acid profile, and amino acid profile. Based on the research results, the differences in the formula of toro tuna and seaweed flour influence the panelists' level of preference for appearance, smell, and taste parameters. Organoleptic evaluation selected the formula with a ratio of 82%:18% as the best. The dominant fatty acids include palmitic acid (SFA) at 33.68%, oleic acid (MUFA) at 45.95%, and linoleic acid (PUFA) at 1.34%. The dominant essential amino acid is leucine at 1.28%, and the dominant non-essential amino acid is glutamic acid at 1.37%. Toro tuna and seaweed flour can be utilized in the production of instant complementary feeding porridge.
Mostrar más [+] Menos [-]Indonesio. Kasus gizi buruk pada balita di Indonesia tergolong tinggi dan perlu segera ditangani dengan baik. Salah satu faktor terjadinya gizi buruk adalah kurangnya asupan makanan dengan gizi seimbang pada makanan pendamping ASI (MPASI). Ikan tuna dan rumput laut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bubur MPASI instan karena mengandung asam amino dan asam lemak esensial yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan mata balita. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik bubur MPASI instan dari toro ikan tuna dan tepung rumput laut berdasarkan penilaian organoleptik, profil asam lemak, dan asam amino. MPASI toro ikan tuna dan tepung rumput laut terdiri dari 4 perlakuan, yaitu 94%:6%, 88%:12%, 82%:18%, dan 76%:24%. Parameter yang dianalisis meliputi uji sensori (ketampakan, warna, rasa, dan tekstur), profil asam lemak dan asam amino. Berdasarkan hasil penelitian, perbedaan formula antara toro tuna dan tepung rumput laut berpengaruh terhadap tingkat kesukaan panelis pada parameter ketampakan, aroma, dan rasa. Evaluasi organoleptik menetapkan formula dengan rasio 82%:18% sebagai formula terbaik. Asam lemak dominan meliputi asam palmitat (SFA) sebesar 33,68%, asam oleat (MUFA) sebesar 45,95%, dan asam linoleat (PUFA) sebesar 1,34%. Asam amino esensial dominan adalah leusin sebesar 1,28%, sedangkan asam amino non-esensial yang dominan adalah asam glutamat sebesar 1,37%. Toro tuna dan tepung rumput laut dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bubur MPASI instan.
Mostrar más [+] Menos [-]Palabras clave de AGROVOC
Información bibliográfica
Este registro bibliográfico ha sido proporcionado por IPB University in The City of Bogor (formerly Bogor Agricultural University)