[Possibility of maize production increase in dry lands in Lumajang, East Java (Indonesia)]
1994
Indrawati | Suyamto | Sujarwoto (Balai Penelitian Tanaman Pangan, Malang (Indonesia))
indonésien. Produktivitas jagung di Jawa Timur masih relatif rendah, sekitar 2,58 t pipilan kering/ha. Lebih dari 75 persen daerah produksi jagung di Jawa Timur terdapat di lahan kering dengan tingkat kesuburan tanah dan iklim yang beragam. Varietas lokal yang rata-rata hasilnya relatif rendah masih banyak ditanam petani, yang pada MH 1991/92 mencapai luas 174.794 ha atau 22,8 persen dari areal jagung di Jawa Timur. Varietas unggul yang banyak ditanam petani adalah Arjuna, mencapai sekitar 30 persen dari seluruh areal jagung di Jawa Timur. Kabupaten Lumajang mempunyai areal pertanaman jagung seluas 56.806 ha dengan tingkat produktivitas 2,99 t/ha, sebagaian besar diusahakan di lahan kering dengan menggunakan varietas lokal. Teknologi budidaya hasil beberapa penelitian pengembangan teknologi usahatani jagung di Lumajang pada skala yang luas dengan melibatkan banyak petani dengan penyuluh. Penelitian pengembangan tersebut telah dilakukan di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, pada MH 1991/1992 di lahan petani dengan luas total 30 hektar Penelitian bertujuan untuk mempercepat alih teknologi dan mengetahui kendala adopsi sebagai umpan balik guna perbaikan teknologi tersebut. Tiga paket teknologi yang dievaluasi yaitu : TO : Teknologi petani, yaitu menggunakan varietas lokal, ditanam larikan untuk mengikuti alur bajak dengan populasi sekitar 200.000 tanaman/ha, dipupuk 100 kg Urea/ha, penyiapan dengan bajak dan tanpa pengendalian hama/penyakit. T1: Perbaikan pengelolaan tanaman, yaitu varietas petani (lokal) yang ditanam teratur dengan jarak 75 cm x 20 cm, disiang 2 kali, dipupuk dengan 200 kg Urea + 100 kg TSP/ha, Furadan dengan dosis 10 kg/ha diberikan apabila perlu, Urea diberikan 2 kali pada saat tanam dan penyiangan/pembumbunan. T2: Perbaikan varietas dan pengelolaannya, varietas yang digunakan Arjuna, ditanam secara tugal dengan jarak 75 cm x 40 cm, 2 tanaman/rumpun, dipupuk 300 kg Urea + 200 kg TSP/ha, Furadan dengan dosis 10 kg/ha diberikan pada saat tanam. Urea diberikan 2 kali, saat tanam dan saat penyiangan/pembumbunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi jagung dapat ditingkatkan
Afficher plus [+] Moins [-]Mots clés AGROVOC
Informations bibliographiques
Cette notice bibliographique a été fournie par Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination
Découvrez la collection de ce fournisseur de données dans AGRIS