[Adaptation of potato varieties in lowland]
1997
Widjajanto, D.D. | Sudaryono, T. | Hermanto, C. | Amalia, L. (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Karangploso (Indonesia))
anglais. Potato demands is increasing every year and can not be supplied from the existing potato from production highlands. Therefore, a potato variety adaptable to low lands is urgently needed. Two potato varieties trial were conducted at Sumberpucung, Malang and Garum, Blitar during dry season 1995. Both locations are about 300 m above sea level. Six potato varieties Granola, DTO-33, Diamant, Atlantic, Ritex and Herta were tested using randomized block design with four replications. Cultural technique followed the recommendation of potato cultivation for medium altitude. Seed potato were planted at the end of June 1995, following a crop rotations of rice, potato and maize. The result showed that Diamant and Atlantic varieties were adaptable to low lands, with higher production compared to the other. The characteristics of Atlantic variety were big and roundshaped tuber, and high dry matter and starch content. This variety is considered suitable for the raw material of potato chips. Whereas, characteristics of Diamant variety were big egg-shaped tuber, high dry matter and starch content. It is suitable for the raw material for french-fries. The highest yield at both locations 31 t/ha at Sumberpucung and 8.5 t/ha at Garum was showed by Atlantik variety, 31 t/ha and 8.5 t/ha, respectively. Potato cropping in the medium elevation lands is suggested to use Atlantic variety, and it is preferable managed through linkage pattern with the chip potato industry
Afficher plus [+] Moins [-]indonésien. Permintaan kentang untuk konsumsi, industri olahan dan ekspor yang terus meningkat, sulit dipenuhi apabila hanya mengandalkan pengusahaan kentang di dataran tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan varietas kentang yang mampu beradaptasi dengan produksi tinggi di dataran rendah yang arealnya sangat luas. Penelitian dilaksanakan di Sumberpucung, Malang dan Garum, Blitar pada musim kemarau 1995, menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari enam varietas kentang, yaitu Granola, DTO-33, Diamant, Atlantik, Ritek dan Herta. Teknik budidaya mengikuti petunjuk budidaya kentang dataran medium. Kentang ditanam pada akhir Juni 1995, mengikuti rotasi tanaman padi, kentang, jagung. Varietas Diamant dan Atlantik mampu beradaptasi dengan produksi tinggi di dataran rendah. Varietas Atlantik bentuk umbinya bulat, ukuran umbi besar, kandungan berat kering dan pati umbi tinggi, cocok untuk bahan baku industri kripik kentang, sedang Diamant bentuk umbi lonjong, ukuran umbi sedang, kandungan berat kering dan pati umbi tinggi, cocok untuk industri kentang goreng (french fries). Produksi terbaik di Sumberpucung dan Garum adalah varietas Atlantik masing- masing 31 t/ha dan 8,5 t/ha. Pengembangan kentang dataran rendah sebaiknya menggunakan varietas Atlantik dengan rotasi tanaman padi, kentang dan jagung melalui pola kemitraan dengan industri kripik kentang
Afficher plus [+] Moins [-]Mots clés AGROVOC
Informations bibliographiques
Cette notice bibliographique a été fournie par Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination
Découvrez la collection de ce fournisseur de données dans AGRIS