Field experiments of fertilization for soybeans on Alluvial, Grumosol, Latosol and Planosol
1999
Suyamto (Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang (Indonesia))
anglais. Pot experiment conducted in the previous year showed that soybean gave positive response to fertilization on Alluvial, Grumosol, Latosol, and Planosol. Field experiments were conducted on Grumosol in Ngawi and Planosol in Pati (dry season 1995), on Alluvial in Ponorogo and Latosol in Lumajang (dry season 1996). The sites of these experiment were laid out on plots where soil sample were taken for pot experiment. Experiment used completely randomized block design, with 3 replications, using soybean of Wilis var. Treatment on Grumosol and Planosol were combinations of NPK and organic manure, while on Alluvial and Latosol were combination of PKS fertilizers. Results of these field experiments showed that fertilizers application did not increase soybean yield on all four soil types. Yields of soybean without fertilizers on Alluvial, Grumosol, and Latosol were high yield. It indicated that the availability of nutrients in those soils were enough to support high yield, so that soybeans did not respond to fertilizer application. Yield of soybean on Planosol was low due to the low soil fertility, and application of NPK could not increase yield. It can be estimated that soil nutrients other than NPK in Planosol were the limiting factor. Result of this experiment confirmed the previous information that soybean planted after rice on fertile soils did not respond to fertilizer application. Field experimentation confirm result of pot experiment is necessary to be conducted in order to support the accurate recommendation of fertilizatio
Afficher plus [+] Moins [-]indonésien. Hasil penelitian pot di rumah kaca sebelumnya diketahui bahwa tanaman kedelai respon terhadap pemupukan ditanah Alluvial, Grumosol, Latosol, dan Planosol. Penelitian lapang ini bertujuan untuk mengkonfirmasikan hasil penelitian pemupukan yang telah dilaksanakan dalam pot di rumah kaca. Penelitian pada tanah Grumosol dan Planosol masing-masing dilaksanakan di Ngawi dan Pati pada MK 1995. Sedangkan pada tanah Alluvial dan Latosol masing-masing dilaksanakan di di Ponorogo dan Lumajang pada MK 1995. Lokasi penelitian lapang ditempatkan pada petakan tempat mengambil tanah untuk penelitian pot tahun sebelumnya. Rancangan percobaan acak kelompok, 3 ulangan menggunakan kedelai varietas Wilis. Perlakuan pemupukan di tanah Grumosol dan Planosol berupa kombinasi NPK dan bahan organik, sedangkan di tanah Alluvial dan Latosol berupa kombinasi PK dan S. Hasil penelitian lapang menunjukkan bahwa perlakuan pemupukan yang diteliti tidak meningkatkan hasil biji kedelai di 4 jenis tanah tersebut. Hasil kedelai tanpa pemupukan di tanah Alluvial, Grumosol dan Latosol cukup tinggi, yang merupakan indikasi kecukupan hara dalam tanah tersebut. Hasil kedelai di tanah Planosol rendah karena sifat tanahnya yang marjinal, sehingga penambahan NPK saja belum cukup. Hasil penelitian ini menambah informasi kurang perlunya pemupukan untuk kedelai yang ditanam setelah padi pada tanah-tanah yang telah cukup kesuburannya. Penelitian lapang untuk mengkonfirmasikan hasil-hasil penelitian pot sangat diperlukan untuk mendukung ketepatan anjuran pemupukan spesifik lokasi
Afficher plus [+] Moins [-]Mots clés AGROVOC
Informations bibliographiques
Cette notice bibliographique a été fournie par Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination
Découvrez la collection de ce fournisseur de données dans AGRIS