Productivity of three cassava clones in dry land Latosols added with organic or anorganic fertilizer
2000
Slamet, P. | Isgiyanto
anglais. Cassava productivity under farmer's cultivation is considered low, approximately 12 t/ha. The main reasons for the low productivity are the use of low yield potential variety and insufficient amount of fertilizer applied. The experiment was carried out at Latosol soil, Dampit in wet season 1997/1998. The design used in this trial was split plot with three replications. As main plot was three cassava clones and the sub plot was seven different fertilizer applications. Parameter observed were tuber yield, tuber number/plant, tuber length and plant height at harvest. Research results indicated that NPK fertilizer (200 kg Urea + 150 kg SP-36 + 100 kg KCl/ha) increased tuber yield of Adira-4 and OMM90-6-72 from 40 ton/ha to 55.4 ton/ha, while OMM90-4-64 clone was not influenced by NPK fertilizer. Adira-4 responded to addition of K fertilizer, while OMM90-6-72 did not respond to addition of K fertilizer. Manure did not influence cassava yield of OMM90-4-64 and OMM90-6-72. Manure fertilizer decreased tuber yield of Adira 4 variety. Clone factor influenced plant height significantly. OMM90-6-72 and Adira-4 were higher (380 and 364.8 cm respectively) than OMM90-4-64 (329.0 cm)
Afficher plus [+] Moins [-]indonésien. Produktivitas ubikayu segar di tingkat petani sekitar 12 t/ha. Dua faktor penyebab rendahnya produksi ubikayu adalah penggunaan varietas yang potensinya rendah dan pemupukan yang tidak sesuai dengan dosis anjuran. Penelitian dilakukan di tanah Latosol, Dampit pada musim penghujan 1997/1998. Rancangan percobaan yang digunakan adalah petak terbagi dengan tiga ulangan. Sebagai petak utama adalah klon-klon harapan: a. Adira 4; b. OMM90-4-64 dan c. OMM90-4-72. Sebagai anak petak adalah pemupukan anorganik dan organik sebagai berikut: (1) Tidak dipupuk; (2) Pupuk kandang (10 t/ha); (3) Urea (200 kg/ha); (4) Urea (200 kg/ha) + SP-36 (150 kg/ha); (5) Urea (200 kg/ha) + KCl (100 kg/ha); (6) Urea (200 kg/ha) + SP-36 (150 kg/ha) + KCl (100 kg/ha) dan (7) Urea (100 kg/ha) + SP-36 (75 kg/ha)+ KCl (50 kg/ha) + pupuk kandang (10 kg/ha). Parameter yang diamati adalah hasil umbi, jumlah umbi/tanaman, panjang umbi dan tinggi tanaman saat panen. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara varietas/klon dengan pemupukan. Pupuk NPK (200 kg Urea + 150 kg SP-36 + 100 Kg KCl/ha) meningkatkan hasil umbikayu Adira 4 dan OMM90-6-72 dari 40 t/ha menjadi 55,4 t/ha. Sedangkan klon OM90-4-64 tidak dipengaruhi pupuk NPK. Adira 4 tanggap terhadap pemberian pupuk K, sedangkan OMM90-6-72 tidak tanggap terhadap pupuk K. Pupuk kandang tidak berpengaruh terhadap hasil ubikayu OMM90-4-64 dan OMM90-6-72. Pada Adira 4, pupuk kandang justru menurunkan hasil umbi. Faktor klon berpengaruh secara nyata terhadap tinggi tanaman. Klon OMM90-6-72 dan Adira 4 berpenampilan lebih tinggi (masing-masing 380 dan 364,8 cm) dibanding OMM90-4-64 (329,0 cm)
Afficher plus [+] Moins [-]Mots clés AGROVOC
Informations bibliographiques
Cette notice bibliographique a été fournie par Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination
Découvrez la collection de ce fournisseur de données dans AGRIS