The effect of intercropping on the production and income in upland farming of banana cultivar Ambon Kuning
2000
Kasijadi, F. | Wahyunindyawati | Handoko | Ernawanto, Q.D. (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Karangploso, Malang (Indonesia))
anglais. To obtain an efficient farming system method of banana cultivar Ambon Kuning in upland zone, an experiment was done in Lumajang at the beginning of wet season 1996 until the end of wet season 1998. The intercrops assessment used in banana-mixed-cropping were peanut-corn using farmers cultivation method, corn-peanut and peanut-corn using improved technology, and pineapple for introduce technology. Improved technology for corn cultivation used BISI-2 variety, 20 cm x 80 cm planting space, 450 kg Urea + 150 kg SP-36 + 100 kg KCl/ha fertilizer and IPM application, and for peanut cultivation used Gajah variety, 10 cm x 40 cm planting space, 100 kg Urea + 75 kg Sp-36 + 100 kg KCl/ha fertilizer. Pineapple package technology used Queen variety, 20 cm x 30 cm x 50 cm planting space, 1,500 kg Urea + 12,000 l Amina/ha fertilizer. The result showed that pineapple or corn-peanut intercropping using improved technology on banana farming system could improve the height by 22-56 percent, diameter by 17-39 percent and productivity by 8-27 percent of banana tree compared to peanut-corn intercropping, either using improved technology or farmer's method. Pineapple or corn-peanut intercropping with improved technology was the most efficient banana farming system in upland zone, it gave the higher income by 29-57 percent compare to peanut-corn intercropping, either using improved technology or farmer's method
Afficher plus [+] Moins [-]indonésien. Dalam upaya memperoleh rakitan teknologi usahatani pisang Ambon Kuning di lahan kering yang efisien, dilakukan pengkajian tanaman sela yang sesuai di Kabupaten Lumajang pada awal musim hujan 1996 hingga akhir musim hujan 1998. Tanaman sela pada pisang yang dikaji adalah pola tanam dengan cara petani yaitu kacang tanah-jagung, jagung-kacang tanah dengan teknologi diperbaiki, kacang tanah-jagung dengan teknologi diperbaiki, dan nenas. Paket teknologi budidaya jagung dengan teknologi diperbaiki terdiri dari varietas BISI-2, jarak tanam 20 cm x 80 cm, pemupukan 450 kg Urea + 150 kg SP-36 + 100 kg KCl/ph/th dan penerapan PHT. Paket teknologi budidaya kacang tanah terdiri dari varietas Gajah, jarak tanam 10 cm x 40 cm, pemupukan 100 kg Urea + 75 kg SP-36, 100 kg KCl/ha. Paket teknologi budidaya nenas meliputi varietas Queen, jarak tanam 20 cm x 30 cm x 50 cm, pemupukan 1.500 kg ZA + 12.000 l Amina/ha. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa penerapan paket teknologi budidaya nenas atau jagung-kacang tanah sebagai tanaman sela pada pisang dapat meningkatkan laju pertumbuhan tinggi tanaman pisang (22-56 persen), pertumbuhan diameter batang pisang (17-39 persen) dan produktivitas pisang (8-27 persen) dibandingkan dengan penerapan paket teknologi kacang tanah-jagung atau pola tanam cara petani. Tanaman sela yang memberikan tambahan pendapatan paling tinggi adalah nenas dan jagung-kacang tanah dengan teknologi diperbaiki. Rakitan teknologi sistem usahatani pisang yang paling efisien untuk dikembangkan di lahan kering adalah dengan diberi tanaman sela nenas atau jagung-kacang tanah dengan teknologi diperbaiki, karena memberikan pendapatan lebih tinggi (29-57 persen) dibandingkan penerapan teknologi dengan tanaman sela kacang tanah-jagung atau pola tanam cara petani
Afficher plus [+] Moins [-]Mots clés AGROVOC
Informations bibliographiques
Cette notice bibliographique a été fournie par Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination
Découvrez la collection de ce fournisseur de données dans AGRIS