Population state and bio-ecology of terubuk (tropical shad), Tenualoso macrura (Clupeidae) in Riau Province
1999
Merta, I.G.S. | Suwarso | Wasilun | Wagiyo, K. | Girsang, E.S. | Suprapto (Balai Penelitian Perikanan Laut, Jakarta (Indonesia))
anglais. Terubuk (Tenualosa macrura) is an important fisheries resources in Riau Province. Comparing to fifty years ago when the population is high density, the present catch average of terubuk is very low; monthly catch rates range 3-57 fish/trip and the bulk of catch occurs at Selat Bengkalis in the peak season of west and east moonson. The biological sampling (reproduction, feeding habit, larvae/juvenile) and measurement of the environmental parameters (abiotic and biotic factors) were carried out to investigate the decreasing of the fish population. The estuarine around Sungai Pakning (Selat Lalang) was suggested as the main spawning area of terubuk. High concentrations of suspended materials (sawdust and jelly form) were also found in the waters existing with the plankton community as the main food of the fish; these materials were eaten by the fish. The sawdust has accumulated into the deep sea where the benthos community already exists (Mollusc, Sagittae). Phenomenon of the environmental changes such as decreasing of dissolved oxygen was also observed. High explotation on the mature female fish and the environmental changes may contribute in the decreasing of the population due to their limited distribution and their strategy of reproduction (protandrous hermaphrodite). A rational management was necessary to do this resource
Afficher plus [+] Moins [-]indonésien. Ikan terubuk (Tenualosa macrura) merupakan komoditas perikanan yang penting di Propinsi Riau. Dibandingkan dengan kondisinya pada tahun lima puluhan di mana populasinya sangat melimpah, pada saat ini hasil tangkapan sangat rendah, rata-rata hasil tangkapan bulanan (CPUE) berkisar antara 3-57 ekor/trip; hasil tangkapan lebih banyak terjadi di perairan Selat Bengkalis dan pada sekitar musim timur dan musim barat. Sampling biologi (aspek reproduksi, kebiasaan makan, larva/yuwana) dan pengamatan faktor-faktor lingkungan (abiotik dan biotik) dilaksanakan untuk mempelajari sebab-sebab menurunnya ikan terubuk di wilayah ini. Berdasarkan pengamatan aspek reproduksi dan sampling larva/yuwana, perairan sekitar Sungai Pakning (Selat Lalang) sangat dimungkinkan sebagai daerah pemijahan ikan ini. Material asing berupa serbuk gergaji dan bentuk semacam lendir dijumpai dalam jumlah cukup banyak di dalam lingkungan perairan estuarine bersama dengan komunitas plankton yang menjadi makanan utama ikan terubuk; zat asing ini juga ikut termakan oleh ikan. Material asing tersebut ternyata juga mengendap di dasar perairan, yang menunjukkan tanda-tanda adanya komunitas benthos (moluska, cacing) hidup. Gejala perubahan lingkungan juga terlihat pada kecenderungan menurunnya kadar oksigen terlarut di dalam perairan. Tekanan penangkapan pada ikan kategori bertelur dan terjadinya perubahan lingkungan diduga ikut berperan dalam menekan populasi ikan terubuk, apalagi distribusi dan sifat biologisnya yang sangat spesifik (protandrous hermaphrodite). Sehubungan dengan hal tersebut suatu penentuan kebijakan yang rasional perlu segera diambil untuk kelestarian sumber daya ini
Afficher plus [+] Moins [-]Mots clés AGROVOC
Informations bibliographiques
Cette notice bibliographique a été fournie par Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination
Découvrez la collection de ce fournisseur de données dans AGRIS