[Design and construction of floating net cage for marine fish culture]
1995
Imanto, P.T. | Listyanto, N. | Priono, B. (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Jakarta (Indonesia))
indonésien. Keramba jaring apung merupakan salah satu metoda pemeliharaan ikan dalam kurungan, yang terdiri atas 4 pola dasar pemeliharaan ikan, yaitu 1. kurung tancap; 2. kurungan terendam; 3. kurungan lepas dasar; dan 4. keramba jaring apung. Keramba jaring apung (KJA) merupakan bentuk/sistem kurungan yang banyak sekali dipakai untuk pemeliharaan ikan yang memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi sesuai dengan tujuan penggunaannya. Lokasi usaha KJA harus memenuhi persyaratan fisik air, yaitu salinitas air berkisar antara 30-34 per mil, suhu 27-32 derajat C. dan kecerahannya di atas 3 m. Selain itu, penempatan KJA harus terlindung dari arus yang kuat, dipersyaratkan bahwa kecepatan arus yang baik untuk usaha budidaya laut antara 5-15 cm/detik. Sedangkan persyaratan lainnya adalah bahwa oksigen terlarut tidak boleh kurang dari 5 ppm, pH 7,5-9,0, ammonia dan nitrit lebih kecil dari 0,1 ppm. Desain dan konstruksi KJA untuk budidaya ikan laut meliputi wadah pemeliharaan dalam bentuk keramba jaring apung. Bahan, rancangan, tata letak harus diperhitungkan untuk keamanan dan kemudahan kerja, perpanjangan umur keramba jaring apung, dan optimasi produksi. Secara garis besar keramba jaring apung terdiri dari jaring kurung-kurung (cages), kerangka/rakit (frame) dan pengapung (floater), dan dengan bahan yang bervariasi. Konstruksi keramba jaring apung yang dipersyaratkan harus memiliki kriteria: kuat, ringan, tidak mudah lapuk/keropos/karatan, mempunyai ketahanan terhadap organisma pengganggu, mudah dikerjakan dan diperbaiki, tidak merupakan hambatan, lentur dan tidak melukai ikan, serta yang terpenting murah (dan mudah didapat di sekitar lokasi). Bahan dan peralatan yang diperlukan untuk membuat kurung-kurung (Kantong jaring) adalah jaring, tali plastik sebagai tali ris, coban (braider) untuk menjahit, pisau dan perlengkapan lainnya. Pengawasan dan perawatan rutin setiap hari merupakan faktor keberhasilan dari upaya pembesaran ikan dengan KJA. Pengotoran jaring (kurungan) baik yang disebabkan oleh sampah, pelumpuran maupun jasad pengganggu yang menempel pada jaring akan menjadi penyebab turunnya derajat pergantian air dalam kurungan. Terhambatnya pertukaran massa air di dalam kurungan akan membawa akibat menurunnya mutu air (low oxygen) yang dapat menyebabkan timbulnya stress pada ikan peliharaan, yang pada gilirannya akan mudah terserang penyakit. Pergantian dan pembersihan secara berkala akan menjamin keamanan ikan peliharaan, karena kualitas air yang selalu optimal dan kondisi jaring yang kuat terpelihara. Pergantian sebaiknya setiap 1-2 bulan dan kemudian dibersihkan dengan semprotan air dengan tekanan tinggi
Afficher plus [+] Moins [-]Mots clés AGROVOC
Informations bibliographiques
Cette notice bibliographique a été fournie par Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination
Découvrez la collection de ce fournisseur de données dans AGRIS