Karakteristik Fisiko-Kimia dan Organoleptik Sosis Analog Tepung Kacang Hijau (Vigna Radiata) dan Tepung Sukun (Artocarpus Altilis)
2024
Atma Widiyanti | Ika Dyah Kumalasari
Tepung kacang hijau dan tepung sukun berpotensi dijadikan bahan baku pembuatan sosis analog karena memiliki kandungan protein, serat, dan karbohidrat yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisiko-kimia dan organoleptik sosis analog berbahan baku tepung kacang hijau dan tepung sukun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL), komponen yang diteliti adalah perbandingan tepung kacang hijau dan tepung sukun (100, 75, 50, 25, dan 0%). Parameter yang diamati meliputi uji kadar air, protein, serat kasar, abu, lemak, karbohidrat, OHC (Oil Holding Capacity), WHC (Water Holding Capacity) dan organoleptik. Analisis yang digunakan one way ANOVA, kemudian dilakukan uji duncan untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang sigifikan. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sosis analog 52.06-65.2%, abu 1.70-2.00%, lemak 1.26-4.75%, protein 3.10-7.55%, karbohidrat 28.57-34.28%, serat kasar 11.5-22.76%. Analisis fisik pada sosis analog pada tekstur TPA (Texture Profil Analysis) meliputi cohesivenes 0.45, springiness 0.78, chewiness 13.36, hardness 43.45, gumminess 17.84, adhesiveness 0.26 WHC 96.46, OHC 21.22, warna (L*) kecerahan 42.91-70.16, warna (a*) merah-hijau (-)2.41-4.57, warna (b*) kuning-biru 7.17-42.00. Formulasi sosis analog yang disukai panelis adalah sampel F3 (50%:50%) tepung kacang hijau dan tepung sukun adalah 3.37 (agak suka).
Afficher plus [+] Moins [-]Mots clés AGROVOC
Informations bibliographiques
Cette notice bibliographique a été fournie par Directory of Open Access Journals
Découvrez la collection de ce fournisseur de données dans AGRIS