[Varieties adaptation and evaluation of fertilizer requirement for upland rice in Cikelet, Garut Selatan]
1997
Zaini, Z. (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor (Indonesia)) | Erythrina | Askin, A.
индонезийский. Penelitian untuk mengevaluasi komponen teknologi varietas dan pemupukan padi gogo guna mendukung sistem usaha tani terpadu spesifik lokasi untuk dikembangkan di lahan kering dilaksanakan di lahan petani yang baru dibuka, di Datar Randu Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut pada MH. 1993/94 dan MH. 1994/95. Percobaan adaptasi varietas menggunakan lima varietas unggul padi gogo yaitu Singkarak, Danau Atas, Sentani, Laut Tawar, Batur dan varietas lokal Sagi sebagai pembanding yang ditata dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Percobaan evaluasi kebutuhan hara padi gogo menggunakan varietas Danau Atas sebagai tanaman indikator. Perlakuan terdiri atas: (1) tanpa pupuk, (2) 90 kg N/ha, (3) 90 kg N + 30 kg P/ha, (4) 90 kg N + 30 kg P + 50 kg K/ha, (5) 90 kg N + 30 kg P + 50 kg K + 1000 kg dolomit/ha, dan (6) 1000 kg dolomit/ha. Percobaan adaptasi varietas padi gogo pada dua tingkat pemupukan dilaksanakan dengan rancangan petak terpisah, tiga ulangan. Sebagai petak utama adalah takaran pupuk 45 kg N + 20 kg P + 25 kg K/ha dan 90 kg N + 40 kg P + 50 kg K/ha. Sebagai anak petak adalah lima varietas padi gogo. Varietas padi gogo Danau Atas dan Laut Tawar memberikan produksi tertinggi di antara enam varietas yang diuji, tetapi rasa nasinya tidak seenak varietas lokal Sagi. Penyebaran kedua varietas di wilayah pengujian akan sangat tergantung kepada selera dan permintaan konsumen di daerah setempat. Unsur hara N, P, dan K merupakan faktor pembatas dalam peningkatan produksi padi gogo di lokasi pengujian. Pada tanaman pemupukan rendah (45 kg N + 20 kg P + 25 kg K/ha), rata-rata hasil varietas unggul 18 persen lebih tinggi dibandingkan varietas lokal. Pada takaran pemupukan tinggi (90 kg N + 40 kg P + 50 kg K/ha), rata-rata hasil varietas unggul 33 persen lebih tinggi. Dengan meningkatkan takaran pupuk dari rendah ke tinggi, rata-rata hasil varietas unggul meningkat 21 persen sedangkan varietas lokal meningkat hanya sekitar 7 persen. Keadaan ini menunjukkan bahwa peranan varietas unggul dalam peningkatan hasil lebih besar daripada pemupukan
Показать больше [+] Меньше [-]