[Increasing of fungicide application efficiency to control sheath blight disease on maize]
1996
Beti, J.A. (Balai Penelitian Tanaman Pangan, Malang (Indonesia)) | Iriani, E.
Английский. Sheath blight disease on corn caused by R. solani might reduce grain yield as much as 90 percent. Therefore, the use of fungicides was expected to minimize disease intensity and yield loss. Based on the principal of integrated pest management and economic, knowledge of sort of fungicides and number and time of fungicide application were absolutely needed. The systemic fungicides, Orthocide 50 W (Captan) 3 g/l, Antracol 70 WP (Promineb) 4 g/l or Dithane M-45 (Mancozeb) 2 g/l reduced disease intensity of 32-44 percent. Application of Thiabendazole 60 W 0.005 percent followed by application of 0,1 percent Vitavax 75 W (Carboxin) and Duter 20 W (Fentin hydroxyde) 0.05 percent effectively reduced disease intensity of sheath blight. Moreover, strains of R. solani were different in response to sort of fungicides. Orthocide, Antracol or Dithane was suitable to apply at 10, 30 and 50 days after planting and sprayed directly toward the basal stem of corn. This application reduced disease intensity of 42 percent and yield loss of 7.81 percent of corn. While, seed treatment followed by spraying at 10, 20, 30, 40, and 50 days after planting reduced yield loss of 14.7 percent. Soil treatment of Pencycuron and PCNB + Etridiazole effectively reduced R. solani population
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Penyakit busuk pelepah yang disebabkan oleh jamur R. solani dapat menurunkan hasil jagung sampai 90 persen. Penggunaan fungisida diharapkan dapat menjadi alternatif dalam menurunkan intensitas penyakit busuk pelepah dan kehilangan hasil jagung. Berdasarkan prinsip pengendalian penyakit yang berwawasan lingkungan dan ekonomis, maka jenis fungisida, berapa kali dan kapan fungisida tersebut diberikan perlu untuk diketahui. Fungisida sistemik Orthocide 50 WP (Captan) 3 g/l, Antracol 70 WP (Promineb) 4 g/l atau Dithane M-45 80 WP (Mancozeb) 2 g/l dapat menurunkan intensitas penyakit sebesar 32-44 persen. Fungisida lain yang dapat digunakan adalah Thiabendazole 60 W 0,005 persen yang diikuti dengan pemberian 0,1 persen Vitavax 75 W (Carboxin) dan Duter 20 W (Fentin hydroxide) 0,05 persen. Dalam menentukan jenis fungisida perlu diperhatikan bahwa strain-strain R. solani memiliki kepekaan yang berbeda terhadap jenis fungisida. Dalam menentukan waktu dan cara pemberian, Orthocide, Antracol, atau Dithane dapat diberikan dengan cara disemprotkan pada batang bagian bawah pada waktu jagung berumur 10, 30 dan 50 hari. Pemberian fungisida ini dapat menurunkan intensitas penyakit busuk pelepah sebesar 42 persen dan menurunkan kehilangan hasil sebesar 7,81 persen. Pemberian melalui benih dan diteruskan dengan penyemprotan pada waktu jagung berumur 10, 20, 30, 40 dan 50 hari mampu menekan kehilangan hasil sampai 14,7 persen. Fungisida Pencycuron dan PCNB + Etridiazole dapat diberikan melalui tanah dan terbukti efektif dalam menurunkan populasi jamur R. solani
Показать больше [+] Меньше [-]