Larva rearing of polkadots grouper (Cromileptes altivelis) with different photoperiod
1997
Hutapea, J.H. | Wardoyo | Setiawati, K.M. (Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol, Bali (Indonesia))
Английский. Technology on the breeding of polkadots grouper, Cromileptes altivelis is still not developed, because the limited information on biology and environmental aspects of larvae. To complete the information, some experiments must be done, such as the effect of photoperiod on growth and survival rate of grouper larvae. The experiment was conducted for 30 days (D-1 until D-30). The purpose of the experiment was to know the effect of photoperiod on survival rate and growth rate of polkadots grouper larvae. Photoperiod treatment; 24 light (L); 0 Dark (D), 18 L; 6 D and 12 L; 12 D. Each treatment was applied in three replicates and arranged in a randomized block design. The experiment was conducted in 12 circular fiberglass tanks of 1000 liter each. The inner walls of tanks were painted grey. Each tank was stocked with 30.000 newly hatched larvae. Rotifer (Brachionus rotundiformis) of 20-30 ind./mL were given to D-3 larvae and nauplii of artemia at D-15 to D-30. Number of artemia given were gradually increased from 1 to 100 ind./larvae according to the age and size of larvae. The result showed that the survival rate were 1.40, 2.97, and 3.92 percent with total length of 10.11, 11.93, 11.58 mm for 24 L; 0 D, 18 L; 6 D and 12 L; 12 D treatment respectively. Statistical analysis showed that the survival rate of larvae was affected significantly by photoperiod (P0.05) but not the growth rate (P0.05)
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Perbenihan kerapu tikus, Cromileptes altivelis belum mencapai tingkat keberhasilan yang memuaskan, disebabkan oleh terbatasnya informasi tentang aspek biologi dan lingkungan larva kerapu yang tersedia. Untuk itu perlu dilakukan berbagai penelitian tentang aspek tersebut, seperti pengaruh lama penyinaran terhadap pertumbuhan dan sintasan larva kerapu tikus. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari (D-1 sampai D-30) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran (fotoperiod) terhadap sintasan dan pertumbuhan larva kerapu tikus. Adapun perlakuan fotoperiod sebagai berikut; 24 jam terang; 0 jam gelap (24 L; 0 D); 18 jam terang; 6 jam gelap (18 L ; 6 D) dan 12 jam terang; 12 jam gelap (12 L; 12 D). Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Wadah yang digunakan adalah wadah serat kaca silinder bervolume 1000 liter sebanyak 12 buah. Bagian dalam tanki di cat warna abu-abu. Kepadatan awal larva baru menetas adalah 30.000/tank. Pakan alami adalah rotifer (Brachionus rotundiformis) diberikan mulai D-3 dengan kepadatan 20-30 ind/mL, naupli artemia mulai D-15 dengan kepadatan 1 ind/larva dan meningkat hingga 100 ind/larva sesuai dengan peningkatan kebutuhan larva. Kedua jenis pakan ini diberikan hingga D-30 dengan frekuensi 2-3 kali per hari untuk mempertahankan jumlah pakan dalam bak pemeliharaan. Rancangan penelitian adalah rancangan acak kelompok. Hasil yang diperoleh berupa sintasan sebesar 1,40; 2,97 dan 3,92 persen serta panjang total larva sebesar 10,11; 11,93 dan 11,58 mm berturut-turut pada perlakuan 24 L; 0 D; 18 L; 6 D dan 12 L; 12 D. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa fotopheriod berpengaruh terhadap sintasan (P0,05), namun tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan (P0,05)
Показать больше [+] Меньше [-]