Effect of water pH on the survival of mangrove crab (Scylla serrata) larvae
1997
Yunus | Setyadi, I. | Kasprijo | Roza, D. (Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol, Bali (Indonesia))
Английский. Low survival occurred in crab larval rearing could be attributed to the occurrence of fungal disease. Fungal infection could be prevented by high pH of rearing water. The study was conducted to examine the effect of increasing pH of the water media on the survival of mangrove crab at zoeal stages. Larval rearing of the mangrove crab was carried out using 2 m3 concrete tanks, filled with natural, filtered sea water and provided with gentle aeration. The actively swimming, newly hatched larvae were stocked in the tanks at a rate of 50 ind/liter. Rotifers and marine chlorella were fed to early zoea, while newly hatched artemia nauplii were given to later zoeal stages (Z3) of the larvae. The tanks were set up in a randomized block design to facilitate the treatments with three replicates each. Three levels of pH of the water media used as treatments, i.e., pH 8.1-8.5; 8.6-9.0; and 9.1-9.5. Increasing pH of the water media had a significant effect (P0.05) on the survival rate of crab larvae, with much lower survival rate (2.33 percent) recorded at the lowest pH (8.1-8.5). Rearing the larvae at highest pH (9.1-9.5) gave a better survival rate of Z4 larvae (31.33 percent) than rearing at the other pHs, suggesting that pH9.1 could suppressed the growth population of fungus
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Rendahnya sintasan larva dalam usaha pembenihan kepiting bakau dapat disebabkan oleh terjadinya serangan jamur. Infeksi jamur dapat dicegah dengan adanya pH tinggi pada air media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan pH air media terhadap sintasan larva kepiting bakau pada masa stadia zoea. Pemeliharaan larva kepiting bakau dilakukan dengan menggunakan bak beton yang diisi air laut bersih sebanyak 2 m3 dan diaerasi. Larva kepiting bakau yang baru menetas dan mempunyai gerakan yang aktif ditebar pada bak dengan kepadatan 50 ind/liter. Rotifer dan klorela laut sebagai pakan diberikan kepada larva mulai stadium zoea awal, sedangkan Nauplius artemia yang baru menetas diberikan setelah larva mencapai stadium Z3. Penelitian dirancang dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan pada setiap perlakuan. Perlakuannya terdiri atas tiga tingkat pH air media, yaitu pH 8,1-8,5; 8,6-9,0 dan 9,1-9,5. Peningkatan pH air dilakukan dengan penambahan larutan NaOH. Peningkatan pH air media berpengaruh nyata (P0,05) terhadap sintasan larva. Perlakuan pH 9,1-9,5 menghasilkan sintasan larva pada stadium Z4 (31,33 persen) yang lebih baik dibanding dengan perlakuan pH yang lain. Sintasan tinggi ternyata disebabkan oleh jamur yang tidak dapat tumbuh pada pH tinggi
Показать больше [+] Меньше [-]