Nutritional values of oil palm fronds and its utilization as feed lambs
1997
Purba, A. | Ginting, S.P. | Poeloengan, Z. | Simanihuruk, K. | Junjungan (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Medan (Indonesia))
Английский. The integration of ruminant animals with oil palm plantation is a promising production system in maximising the utilisation of resources such as land and natural herbages available under the trees. The sustainability of this systems is hampered by the sharp decrease in forage availability as the tree canopy growing up. A reasonable stocking rate of pasture under the trees could be reached if feed intake is maintained by substituting the forage with alternative feeds. A study was conducted to evaluate nutritional characteristics of oil palm fronds (OPF) and the effects of its inclusion in diets on the growth of lambs. The degradation of dry matter (DM), neutral detergent fibre (NDF), and crude protein (CP) of the OPF were examined in rumen-fistulated steer. Comparisons were made to those of native grass (Ottochloa nodosa) and legume tree (Gliricidia maculata). Feed consumption, digestibility, and N balance were determined in sheep put in metabolism crates allowing the separation of faeces and urine. A feeding trial was undertaken to the optimum amount of OPF in an attempt to substitute the native grass. The DM, NDF and CP in situ degradation rate of OPF were lower compared to those of O. nodosa and G. maculata at the incubation time of 24, 48 and 72 h. The amount of low-soluble DM fraction was lower in the OPF than that in O. nodosa and G. maculata. The rate of degradation of this DM fraction was 2.4 percent/ha, while 3.1 percent/h and 3.5 percent/ha in O. nodosa and G. maculata. Respectively. The intake of sheep fed with OPF alone was 1.6 percent of body weight, and this was lower than of O. nodosa (2.8 percent). The digestibility coefficient of OPF dry matter was moderate (0.51). The substitution of native grass by OPF by 60-80 percent in the diet did not negatively effect the daily gain of the weight of lambs. It was concluded that OPF is a potential feedstuffs for ruminant animal, particularly in substituting the grass which is often limited in a mature oil palm plantations
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Integrasi ternak dengan perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu alternatif sistem produksi yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam yang tersedia seperti lahan dan vegetasi. Sistem produksi ternak pada perkebunan sangat ditentukan oleh ketersediaan pakan hijauan secara berkesinambungan. Tingkat pemeliharaan ternak yang menguntungkan akan dapat dipertahankan apabila ketersediaan pakan hijauan yang menurun sejalan dengan bertambahnya umur kelapa sawit dapat disubstitusi oleh sumber bahan pakan lain, terutama yang tersedia di areal tersebut. Penelitian dilakukan untuk mempelajari nilai nutrisi pelepah kelapa sawit sebagai pakan ternak domba. Degradasi bahan kering, serat deterjen netral dan protein kasar ditentukan secara in situ menggunakan sapi berfistula pada rumen. Sebagai pembanding digunakan rumput alam Ottochloa nodosa dan leguminosa pohon Gliricidia maculata. Potensi konsumsi pelepah sawit dan koefisien cerna in vivo dan keseimbangan nitrogen ditentukan dengan menggunakan domba yang ditempatkan pada kandang individu. Studi mengenai tingkat substitusi pelepah sawit terhadap rumput alam dalam ransum domba dilakukan pada 30 ekor domba lepas sapih yang diberi lima komposisi ransum dengan imbangan pelepah sawit dan rumput yang berbeda. Degradasi bahan kering, serta deterjen netral dan protein kasar pelepah sawit lebih rendah dibandingkan dengan O. nodosa maupun G. maculata pada masa inkubasi 24-72 jam. Fraksi bahan kering dengan sifat sukar larut pada pelepah sawit lebih tinggi dibandingkan dengan O. nodosa maupun G. maculata. Laju degradasi fraksi bahan kering diperoleh sebesar 2,4 persen per jam pelepah sawit dan 3.1 persen per jam pada O. nodosa serta 3,5 persen per jam pada G. maculata. Tingkat konsumsi pelepah sawit yang diberikan sebagai pakan tunggal diperoleh sebesar 1,6 persen dari bobot badan domba dan konsumsi rumput mencapai 2,8 persen dari bobot badan domba. Koefisien cerna bahan kering pelepah kelapa sawit adalah moderat yaitu 0,51. Subsitusi rumput dengan pelepah sawit sampai sebesar 83 persen tidak berpengaruh negatif terhadap pertambahan bobot badan domba. Atas dasar penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelepah sawit dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak domba, terutama sebagai subsitusi sebagian rumput dalam ransum
Показать больше [+] Меньше [-]