Contribution of the pruning Gliricidia sepium on production and N uptake by sweet corn in Ultisol
1998
Haryanto | Firdaus, A. | Zahara A.R. (Badan Tenaga Atom Nasional, Jakarta (Indonesia). Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi)
Английский. An upland field experiment has been conducted in Puchong Farm Experimental Station belonging to Agriculture Faculty, UPM to study contribution of the Gliricidia sepium pruning on sweet corn production and N availability in Ultisol. Randomized Complete Block Design with 4 replications was used in this experiment. Eight treatments tested were: (P1) hedge row of Gliricidia sepium (GS), without pruning application; (P2) hedge row GS with pruning application; (P3) hedge row GS, with root residue and without pruning application; (P4) hedge row GS, with root residue and pruning application; (P5) without hedge row, root residue and pruning application (Control treatment); (P6) without hedge row, with pruning application; (P7) without hedge row, with root residue, and without pruning application; and (P8) without hedge row, with root residue and pruning application. The contribution of pruning on the N availability in Ultisol was studied by 15N isotope technique. 15N labeled ammonium sulphate with 10.1 percent 15N atom was applied to all microplots at 20 kg N/ha. Results obtained in this experiment showed that the contribution of Gliricidia sepium pruning on the N availability in soil ranges from 23.1-59.1 percent by the control treatment and this contribution increased by the present of root residue in soil. The highest total N-uptake was 106.61 kg N/ha obtained by treatment (P8)
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Sebuah percobaan lapang telah dilakukan di lahan kering kebun percobaan di Puchong, milik Fakultas Pertanian, UPM dengan tujuan untuk mempelajari kontribusi pangkasan pohon "hedge row" Gliricidia sepium terhadap produksi dan ketersediaan N bagi tanaman jagung manis di tanah Ultisol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Delapan perlakuan yang dicobakan: (P1) "hedge row" Gliricidia sepium (GS), pangkasan diambil tidak diberikan ke dalam petak; (P2) "hedge row" GS dan pangkasannya diberikan ke dalam petak; (P3) "hedge row" GS, + akar, dan pangkasan diambil; (P4) hedge row" GS, + akar, dan pangkasan diberikan; (P5) kontrol; (P6) tanpa "hedge row" tetapi diberi pangkasan GS; (P7) tanpa "hedge row", + akar, dan tanpa diberi pangkasan GS; (P8) tanpa "hedge row" tanpa akar dan tanpa pangkasan GS. Amonium sulfat bertanda 15N yang memiliki 10,1 persen atom 15N diaplikasikan pada semua petak mikro dari semua perlakuan dalam percobaan ini dengan takaran 20 kg N/ha. Aplikasi 15N digunakan untuk mempelajari kontribusi pangkasan Gliricidia sepium terhadap ketersediaan N dalam tanah ultisol. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pangkasan Gliricidia sepium memberikan kontribusi terhadap ketersediaan N tanah bagi tanaman jagung manis antara 23,1-59,1 dari N tanah tersedia tanpa pemberian pangkasan dan kontribusinya semakin meningkat dengan adanya bahan organik lain yang sukar terdekomposisi seperti akar yang ada di dalam tanah. Serapan N-total dalam jagung manis tertinggi terjadi pada perlakuan (P4) yaitu pemberian pangkasan Gliricidia yang disertai dengan adanya sisa-sisa akar dalam tanah, yaitu sebesar 106,61 kg N/ha
Показать больше [+] Меньше [-]