The influence of leaf wilting method, drying, and leaf cutting on both of the quality and self life of shallot
1998
Histifarina, D. | Musaddad, D. (Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang-Bandung (Indonesia))
Английский. The aim of this experiment was to find out the leaf wilting, drying, and leaf cutting method for increasing the quality and self life of shallot. The experiment conducted at Postharvest Technology Laboratory of Research Institute for Vegetable Crops at Lembang and warehouse at Subang, West Java from October 1996 to February 1997. The experiment used factorial Randomized Block Design with three factors and three replications. The first factor was leaf wilting methods (convensional and mechanical methods). The second factor was drying methods (without drying, convensional, and mechanical methods). The third factor was leaf cutting methods (with and without leaf cutting methods). The treated samples were stored in warehouse at 21-30 degree C, RH 54-70 percent for three months with one month interval for observations. The result showed that conventional leaf wilting method, mechanical drying, without leaf cutting was the best treatment and it produced sprouting of 0.33 percent, weight loss of 22.29 percent, decayed shallot of 3.00 percent and total soluble solid content of 14.33 percent for three months of storage. The mechanical drying of shallot can be used as the alternative drying method on off season with the same quality
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Penelitian bertujuan untuk mengetahui cara pelayuan daun, pengeringan, dan pemangkasan daun yang dapat meningkatkan mutu dan daya simpan umbi bawang merah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Pascapanen Balai Penelitian Tanaman Sayuran di Lembang dan gudang penyimpanan di Subang dari bulan Oktober 1996 sampai Februari 1997. Rancangan percobaan adalah Acak Kelompok pola faktorial yang terdiri dari tiga faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah cara pelayuan daun (konvensional dan mekanis). Faktor kedua adalah cara pengeringan (tanpa pengeringan, konvensional dan mekanis). Faktor ketiga adalah pemangkasan daun terdiri dari tidak dipangkas dan dipangkas. Bahan percobaan disimpan selama 3 bulan dengan selang pengamatan 1 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pelayuan daun secara konvensional, pengeringan mekanis, dan tanpa pemangkasan daun adalah merupakan kombinasi perlakuan terbaik dengan persentase pertunasan (0,33 persen), persentase susut bobot (22,29 persen), persentase kebusukan (3,00 persen) yang cukup rendah serta kadar total padatan terlarut cukup tinggi (14.33 persen) sampai 3 bulan penyimpanan. Pengeringan umbi bawang merah secara mekanis dapat digunakan sebagai alternatif cara pengeringan pada musim hujan dengan kualitas yang sama dengan pengeringan secara konvensional
Показать больше [+] Меньше [-]