The efficiency of fungicide application to control blackspot of rose Queen Elizabeth
1997
Suhardi (Instalasi Penelitian Tanaman Hias, Segunung - Cianjur (Indonesia))
Английский. Studies to determine the efficiency of fungicide application in controlling blackspot on rose were conducted at the Instalation of Ornamental Research Institute at Cipanas from September 1995 - February 1996. Two experiments, namely the beginning and the interval of fungicide application, were carried out by using Randomized Block Design with four replications. In the first experiment, fungicide spraying was started at the shoot stage 1, 2, 3, 4 and 5 respectively. In both experiment, the same fungicides, namely Benomyl, Captan, Chlorothalonil and Propineb, and (2) the application of fungicide could be delayed until the onset of flowering stage (stage 5), and reduced 90 percent of fungicide application compared to its application beginning at the first stage (with 1-2 developed leaves). Meanwhile, fungicide application every 10 days was effective to control black spot, and reduced 62.5 percent of its usage compared to that of 3-day interval. In controlling black spots, the selection of fungicides and the stage of shoot stage very important in deciding to control the disease, and spraying at 10 days interval showed high effectivity and technically more efficient than shorter interval
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Percobaan yang bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan fungisida dalam pengendalian bercak hitam dilaksanakan di Instalasi Penelitian Tanaman Hias di Cipanas dari bulan September 1995-Februari 1996. Dua percobaan, yaitu saat mulai penyemprotan dan interval pemberian fungisida, dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok dan empat ulangan. Pada percobaan pertama, penyemprotan dimulai pada saat stadia tunas 1, 2, 3, 4, dan 5; sedangkan pada percobaan kedua, interval penyemprotan yang diteliti ialah 3, 7, dan 10 hari sekali. Pada kedua percobaan tersebut digunakan fungisida yang sama ialah Benomil, Kaptan, Klorotalonil, dan Propineb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) fungisida yang efektif terhadap penyakit bercak hitam ialah Propineb dan Klorotalonil, dan (2) pemberian fungisida dapat ditunda sampai menjelang primordia bunga (stadia 5) dengan efisiensi mencapai 90 persen dibanding dengan pemberiannya mulai pada stadia tunas 1 (tunas dengan 1-2 daun). Sementara itu interval penyemprotan 10 hari cukup efektif dengan efisiensi 62.5 persen dibanding dengan interval 3 hari. Dalam pengendalian penyakit bercak hitam, pemilihan jenis fungisida dan stadia tunas sangat menentukan keberhasilan pengendaliannya, sedangkan interval penyemprotan 10 hari masih cukup efektif dan secara teknis lebih efisien
Показать больше [+] Меньше [-]