[Potential and opportunity on developing lobsters culture on southern beach at Gunungkidul resident, Daerah Istimewa Yogyakarta (Indonesia)]
1998
Setyono, B. (Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Yogyakarta (Indonesia)) | Rahayu, S. | Musofie, A. | Wardhani, N.K.
индонезийский. Hasil penelitian ini disusun berdasarkan data hasil pengamatan yang dilakukan di beberapa wilayah pantai selatan Kabupaten Gunungkidul yaitu kelompok nelayan Sadeng, Wediombo, Siung, Sundak, Krakal, Drini, Baron, Ngrenehan, Krambilsawit, dan Karang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder, kemudian dianalisis dan dikemukakan secara deskriptif. Daerah penangkapan lobster berada di sepanjang pantai kurang lebih 70 km dari wilayah pantai Kecamatan Rongkop sampai dengan wilayah pantai Kecamatan Panggang. Musim penangkapan lobster mulai bulan September sampai dengan bulan Februari, dengan puncak musim pada bulan Nopember sampai dengan Januari. Alat tangkap yang dipergunakan adalah jaring dan krendet. Produksi lobster yang ada di Kabupaten Gunungkidul dari tahun 1992-1996 jumlah produksinya tidak tetap atau naik turun. Hasil tangkapan dijual kepada pedagang pengumpul berdasarkan ukuran lobster, karena dari masing-masing ukuran mempunyai harga yang berbeda. Lobster untuk Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan komoditas perikanan terpenting karena merupakan komoditas ekspor yang nilai ekonominya sangat tinggi. Potensi lestari di daerah pantai selatan Gunungkidul sebesar 24,05 ton/tahun, sedangkan potensi lestari sumberdaya lobster di Selatan Jawa sebesar 234 ton/tahun. Produksi pada tahun 1996 sebesar 23.100 kg/tahun, tingkat pemanfaatan sebesar ini dapat dikatakan sudah mendekati maksimal. Peluang pengembangannya adalah dengan cara budidaya lobster yang bertujuan untuk menjaga kelestariannya
Показать больше [+] Меньше [-]