Continuous urea-molasses supplementation for Sumatra thin tail ewes grazing in rubber plantation: Reproduction performances
1999
Ginting, S.P. | Batubara, L.P. (Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Gedong Johor (Indonesia)) | Sanchez, M.D. | Pond, K.R.
Английский. The reproductive responses of local Sumatra ewes on the continuous urea-molasses supplementation was studied in 116 ewes for 21 months. The animals were divided into two groups and randomly allocated to urea-molasses supplement and grazing in rubber plantation or without supplement and grazing in rubber plantation only (control). Both groups were allowed to graze for 8 hours a day. The urea-molasses mixture contained 3 percent urea (kg/kg) and were fed to the supplemented ewes ad libitum. The number of lambs born from supplemented ewes were greater than control (166 vs 114 heads). This was associated with the higher (P0.05) litter size and the shorter lambing interval of supplemented ewes compared to those of unsupplemented ewes (1.34 vs 1.24, and 216 vs 232 days, respectively). Birth weight were not different (P0.10) between the treatments (1.79 vs 1.61 kg), but weaning weight of lambs born to the supplemented ewes were greater (P0.05) than the unsupplemented ewes (8.90 vs 7.55 kg). The ewe's weight after parturition and the weight of lambs weaned per year were also greater (P0.05) in the supplemented group compared to the control (22.7 vs 20.6 kg and 20.2 vs 15.1 kg, respectively). It was concluded that urea-molasses mixture was a good feed supplement for ewes grazing in rubber plantation. The urea-molasses supplementation clearly had positive effects on ewe and lamb productivity
Показать больше [+] Меньше [-]индонезийский. Pengaruh suplementasi tetes-urea terhadap tampilan reproduksi induk domba diteliti pada domba lokal Sumatera. Digunakan induk domba sebanyak 116 ekor yang dibagi menjadi dua kelompok (58 ekor per kelompok) dan secara acak diberi perlakuan pakan, yaitu suplementasi tetes-urea dan digembalakan di areal perkebunan karet atau tanpa suplementasi dan hanya digembalakan di areal perkebunan karet. Tetes dicampur dengan urea (3 persen, kg/kg) dan diberikan ad libitum di dalam kandang. Penelitian berlangsung selama 21 bulan. Jumlah anak dilahirkan lebih banyak pada domba yang diberi suplemen dibandingkan kontrol (166 vs 114 ekor) yang diakibatkan oleh jumlah anak sekelahiran yang lebih tinggi (P0.05 pada kelompok suplementasi (1,34 vs 1,24 ekor) dan selang beranak yang lebih pendek (216 vs 232 hari). Bobot lahir anak tidak berbeda antara kelompok suplementasi dan kontrol (1,79 vs 1,61 kg), tetapi bobot sapih lebih tinggi (P0,05) pada kelompok suplementasi (8,90 vs 7,55 kg). Bobot induk setelah melahirkan juga lebih tinggi (P0,05) pada kelompok suplementasi (22,7 vs 20,6 kg) tetapi angka kematian lebih tinggi pada kelompok kontrol (32 vs 25 persen). Dibutuhkan pada induk kontrol, bobot anak disapih per induk per tahun lebih tinggi (P0,05) pada domba yang mendapatkan urea-tetes (20,2 vs 15,1 kg), demikian juga produktivitas per kg bobot induk (0,88 vs 0,71 kg). Disimpulkan bahwa pemberian campuran tetes-urea kepada induk domba produktif dapat meningkatkan produktivitas induk yang terutama disebabkan oleh meningkatnya bobot anak disapih, lebih pendeknya selang beranak dan lebih rendahnya tingkat kematian anak
Показать больше [+] Меньше [-]